SENIN, 4 APRIL 2016
Jurnalis : Henk Widi / Editor : ME. Bijo Dirajo/ Sumber Foto: Henk Widi
LAMPUNG — Ratusan umat Hindu Bali di Kabupaten Lampung Selatan Provinsi Lampung menggelar kegiatan Dharma Shanti di aula Dusun Yogaloka Desa Sumur Kecamatan Ketapang. Acara yang merupakan kegiatan sesudah merayakan Hari Raya Nyepi tersebut dilakukan oleh ratusan umat Hindu dari beberapa desa di Ketapang.

Kegiatan Dharma Shanti Nyepi tersebut bahkan dihadiri oleh Bupati Lampung Selatan, Zainudin Hasan, Komandan Kodim 0421/LS I Ketut Merta Gunardha serta beberapa pejabat Kabupaten Lampung Selatan serta ketua Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Lampung Drs. Nengah Maharta MSi serta pengurus PHDI Lampung Selatan.
Nengah Maharta selaku ketua PHDI Lampung dalam sambutannya mengungkapkan, Nyepi merupakan upaya untuk menyucikan Bhuana Agung (alam semesta) dan Bhuana Ali (diri individu) agar selalu berada dalam siklus keharmonisan dan kedamaian.
“Nyepi sangat memberikan energi positif yang dapat memberikan keharmonisan bagi makrokosmos (alam semesta) dan mikrokosmos bagi warga penganut agama Hindu,” tutur Nengah Maharta di hadapan ratusan umat Hindu Bali di Dusun Yogaloka, Senin siang (4/4/2016)
Dharma Santi yang digelar paska Hari Raya Nyepi 2016 Tahun Baru Saka 1938 tersebut baru bisa digelar oleh umat Hindu Bali di Lampung untuk melibatkan pemerintahan Lampung Selatan yang bisa hadir dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Selain digelar untuk mempererat persaudaraan antar umat Hindu juga dijadikan ajang silaturahmi dengan pemerintah Lampung Selatan yang menaungi umat Hindu di wilayah tersebut.
Dalam kesempatan tersebut ia berharap kepada umat untuk senantiasa meningkatkan sradha dan bhakti kepada Tuhan Yang Maha Esa. Ia mengajak umat Hindu untuk turut mengimplementasikan makna hari raya Nyepi dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami mengajak semua umat untuk dapat mengimplementasikan makna perayaan hari raya Nyepi khususnya dalam meningkatkan partisipasi umat dalam pembangunan daerah Lampung Selatan yang kita cintai” pungkas ketua PHDI Provinsi Lampung tersebut.
Umat Hindu selain diharapkan mampu memerangi musuh didalam diri dan dapat mengedepankan sifat Tat Twam Asi sebagai dasar utama mewujudkan kedamaian di masyarakat “ Tat Twam Asi merupakan dasar utama untuk mewujudkan masyarakat yang shanti (damai)” ujarnya.
Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan dalam sambutan meminta umat beragama khususnya umat Hindu untuk tetap menjaga toleransi.
“Seluruh umat beragama yang ada di Lampung Selatan selama ini telah menunjukkan hidup dalam kebersamaan dan berdampingan, dan bisa dijadikan contoh bagi daerah lain Indonesia” jelasnya.
Bupati yang hadir dalam kegiatan tersebut berharap masyarakat bisa menunjukkan hidup berdampingan dan membangun Lampung Selatan menjadi lebih baik dalam hal pembangunan dibidang spritual keagamaan dan berperan aktif dalam pembangunan.

Pantauan Cendana News, ratusan umat Hindu yang hadir terlihat saling bersilaturahmi karena menurut salah satu umat Hindu, Wayan,Dharma Santi merupakan kegiatan saling silaturahmi dan saling memaafkan sesama umat Hindu setelah merayakan Nyepi. Kegiatan maksimal dilakukan sebulan pasca perayaan Nyepi.
Kecamatan Ketapang di Lampung Selatan merupakan salah satu wilayah di Lampung Selatan yang sebagian masyarakatnya memeluk agama Hindu Bali dan menetap di pantai Timur Lampung.