SENIN, 4 APRIL 2016
Jurnalis: Agus Nurchaliq / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber foto: Agus Nurchaliq
MALANG — Revitalisasi Hutan Kota Malabar yang sempat mendapat tentangan dari beberapa aktivis lingkungan, kini telah selesai dilakukan dan resmi dibuka kembali untuk umum, Senin (4/4/2016).

Walikota Malang, Muhammad Anton saat ditemui usai meresmikan Hutan Kota Malabar mengatakan, tujuan revitalisasi hutan kota yang menggunakan dana Corporate Social Responsibility (CSR) PT. Amerta Indah Otsuka ini yaitu untuk digunakan sebagai ruang publik sekaligus tempat edukasi bagi masyarakat terutama para pelajar.
“Di hutan kota ini setidaknya terdapat 60 jenis pohon, dimana pada masing-masing pohon tersebut telah di beri papan keterangan sehingga anak-anak bisa mengetahui jenis pohon apa saja yang ada di tempat ini beserta kegunaannya,”jelasnya.
Ia menambahkan, di area Hutan Kota Malabar ini juga nantinya akan diberi fasilitas internet gratis yang bisa digunakan anak-anak untuk belajar. Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa hutan kota tersebut juga bisa digunakan sebagai tempat berkesenian maupun berkreativitas oleh para komunitas yang ada di Malang.
“Asalkan aktivitas yang dilakukan tidak mengganggu, siapa saja boleh menggunakan tempat ini untuk beraktivitas,”ungkapnya.
![]() |
| Walikota Malang, Muhammad Anton |
Disebutkan, untuk mencegah dari hal-hal yang tidak diingin, di area hutan kota Malabar juga dilengkapi dengan gardu pantau dan polisi taman.
Hal senada juga disampaikan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Malang, Erik Setyo Susanto. Ia menjelaskan, kegiatan revitalisasi hutan kota Malabar dimaksudkan guna menguatkan fungsi hutan kota yaitu memperbaiki dan mejaga iklim mikro, serta mendukung pelestarian keanekaragaman hayati melalui tidak adanya pemotongan pohon yang sehat dalam proses revitalisasi. Ia juga menyebutkan bahwa agar hutan kota tetap berfungsi meresapkan air, maka joging track maupun plaza dibangun menggunakan paving grass block.
“Pemanfaatan hutan kota sebagai tempat penelitian sekaligus pendidikan, diwujudkan dengan merevitalisasi rumah kompos yang ada di hutan Malabar dan pemberian nama pada masing-masing pohong,”terangnya.

Sementara itu, di hutan kota yang lokasinya berdekatan dengan pasar Oro-oro Dowo dan Taman Merbabu juga terdapat kolam reservoir yang berfungsi sebagai tempat penampungan dan resapan air hujan serta sebagai tempat penampungan air dari daerah Oro-oro Dowo menuju kali Oro-oro Dowo, sekaligus tempat minum beberapa fauna hutan.
