Ratusan Ayam Kampung di Penengahan Lampung Mati Mendadak

RABU, 6 APRIL 2016
Jurnalis : Henk Widi / Editor : ME. Bijo Dirajo/ Sumber Foto: Henk Widi 

LAMPUNG — Warga mengaku bingung sebab dalam kurun dua pekan terakhir ratusan ayam kampung yang mereka miliki di kandang tiba-tiba mati secara mendadak. Warga yang berprofesi sebagai petani dan memelihara ayam sebagai ternak sambilan pun dibuat khawatir dengan kejadian itu. Mereka takut ayam mati disebabkan virus flu burung.
Warga mengubur ayam yang mati mendadak
Salah seorang warga Dusun Sumbersari Desa Pasuruan, Budi yang juga ketua RT dusun setempat menyebutkan, di daerahnya sudah ada sekitar 100 ekor ayam kampung milik puluhan warga mati secara mendadak. 
“Saya memiliki sebanyak 30 ayam kampung yang saya pelihara di kandang belakang rumah, saat ini tinggal 3 ekor indukan  saja yang sedang selesai bertelur. Yang lainnya sudah mati secara tiba-tiba sejak dua pekan lalu . Tidak ada penyakit atau tanda-tanda lain,” terangnya kepada Cendana News, Rabu (6/4/2016).
Disebutkan, kejadian bermula dua pekan lalu bahkan hingga pagi ini ia mendapati seekor ayam miliknya masih sempat diberi makan namun sudah tidak bisa berjalan sehingga ia memutuskan memotong ayam tersebut. Tak hanya dirinya dalam kurun beberapa hari saja, ratusan ayam yang dimiliki beberapa warga di wilayah tersebut mati mendadak dengan kepala bengkak dan berwarna kebiru-biruan.
“Saya pikir hanya ayam peliharaan saya yang mati mendadak tapi milik warga lain juga mendadak dan anehnya hanya menyerang ayam dan unggas lain jenis bebek tidak ikut mati,”ungkapnya.
Hingga dua pekan beberapa ayam yang mati mendadak oleh sebagian warga langsung dikubur dengan menggali lubang. Sementara warga lain memilih membakar karena takut menular ke ayam lain yang masih hidup.
Warga mengaku belum melaporkan kejadian tersebut ke aparat desa atau Dinas Peternakan kabupaten setempat karena sebagian besar ayam sudah mati. Selain itu karena tidak mengetahui harus melapor ke pihak mana terkait kematian unggas jenis ayam kampung yang mereka pelihara tersebut. 
“Beberapa waktu lalu disebutkan ada indikasi  flu burung namun karena warga tidak memiliki obat untuk menanganinya penanganan dilakukan dengan menguburkan bangkai ayam yang mati dan membersihkan kandang ayam,” imbuhnya.
Ia berharap kejadian tersebut segera mendapatkan penanganan dari pihak terkait. Karena dirinya khawatir bila positif flu burung justru dapat menular ke manusia.
“Kalau soal ayam yang mati tidak apa-apa. Yang penting, jika terkena flu burung, jangan sampai menular ke manusia,” tandasnya.
Pantauan Cendana News, beberapa warga yang memiliki unggas jenis ayam yang mati mendadak diantaranya milik warga bernama Gianto sebanyak 10 ekor, Ngadimun sebanyak  30 ekor, Suprianto sebanyak 20 ekor dan sebagian milik warga lain yang jumlahnya puluhan ekor.
“Kalau di dusun sini saja sudah ratusan jumlahnya namun karena sebagian juga memelihara ternak lain mereka tidak kuatir rugi, tapi kuatir kalau menular ke manusia,”ungkap Suprianto.
Suprianto bahkan segera memisahkan ayam ayam yang masih sehat dan mengandangkan di kandang khusus yang telah dibersihkan dengan harapan dirinya masih memiliki bibit ayam yang akan dipelihara. Ia berharap kematian ayam yang ia pelihara tidak menular ke desa lain.
Lihat juga...