Polres Lhokseumawe Suplai Air Bersih Bantu Warga yang Alami Kekeringan

SABTU, 2 APRIL 2016
Jurnalis: Zulfikar Husein / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber foto: Zulfikar Husein

ACEH — Kepolisian Resor (Polres) Lhokseumawe, Provinsi Aceh, membantu menyediakan air bersih kepada ratusan kepala keluarga di Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Sabtu (2/3/2016). Air bersih disuplai karena warga setempat alami kekeringan akibat kemarau.
Polres Lhokseumawe suplai air bersih
“Informasi dari rekan-rekan media, kalau daerah sini warga alami kekeringan, untuk mandi, mencuci sama masak mereka harus beli air, jadi kami berinisiatif untuk membantu meringankan sedikit beban warga disini,” ujar Kapolres Lhokseumawe, AKBP. Anang Triarsono.
Kapolres Anang menambahkan, bantuan yang dibawa oleh polisi cukup terbatas. Nantinya, ia akan berusaha menyampaikan permasalahan tersebut kepada pemerintahan setempat. 
“Nanti saya akan coba sampaikan kepada walikota, DPRK, nanti di rapat Forkopinda, keluhan masyarakat kita tampung,” katanya.
Sementara itu, Wita Mutia, warga Dusun Seunubok Aceh, Desa Cot Girek, Kecamatan Muara Dua, mengaku senang dengan banuan air bersih dari Polres Lhokseumawe. Katanya, bantuan tersebut membuat ia dan warga lainnya hemat uang sampai Rp.30 ribu.
“Kami cukup senang, hari ini bisa hemat uang sampai Rp.30 ribu, alhamdulillah. Kalau tidak kami setiap hari harus beli air, karena sumur-sumur kami kering, tidak ada lagi airnya. Kami pakai air itu untuk masak, mandi, mencuci, sampai MCK juga pakai air beli itu,” ujar Wita.
Kondisi kekeringan tersebut sudah berlangsung selama 3 bulan. Selama itu warga sekitar selalu membeli air. Namun diawal-awal, mereka sempat mengambil di perbatasan desa yang berjarak lebih dari 2 kilometer.
Namun,selain jarak yang cukup jauh, saat ini sumur-sumur yang ada di perbatasan desa tersebut juga sudah mengering. Karena selain dimanfaatkan warga untk mandi, mencuci dan memasak, air di sumur tersebut juga digunakan untuk memberi minum ternak.
Kepada Kapolres Lhokseumawe, warga juga sempat meminta untuk dibuatkan sumur bor atau tempat penampungan air. 
“Kami berharap hanya itu, karena kami hampir tidak sanggup beli air setiap hari, karena tidak punya uang,” kata Wita.
Lihat juga...