KAMIS, 14 APRIL 2016
Jurnalis : Eko Sulestyono / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber Foto: Eko Sulestyono
JAKARTA — Puluhan kendaraan angkutan umum pelat kuning roda tiga atau yang dikenal dengan Bajaj tampak terlihat antre mengisi Bahan Bakar Gas (BBG) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) milik PT. Perusahaan Gas Negara (PGN) di kawasan kompleks Monumen Nasional (Monas), Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.
![]() |
| Antrean panjang pengisian BBG |
Untuk meningkatkan pelayanan dan mengoptimalkan pengisian BBG khususnya untuk Bajaj BBG yang kebanyakan berwarna biru tersebut, maka PT. PGN selama ini telah menyiapkan layanan pengisian BBG yang praktis dan efisien. Salah satunya dengan menggunakan sistem pelayanan Mobile Refueling Unit (MRU) yaitu pengisian ulang BBG dengan menggunakan truk tangki kontainer yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa sehingga mudah dipindahkan kemana-mana dalam waktu cepat.
Dengan menggunakan sistem MRU, maka jika stok BBG yang ada di truk tangki kontainer akan habis, maka truk tangki lainnya sudah “stand by” di lokasi dan langsung siap untuk melanjutkan pengisian BBG. Sedangkan truk yang sudah habis stok BBG nya akan langsung mengisi BBG di tempat pengisian SPBG terdekat. Pengisian BBG dengan sistem MRU tersebut terbukti sangat efektif dan efisien, daripada harus mengeluarkan biaya yang mahal untuk membangun satu per satu SPBG yang tersebar di wilayah Ibukota Jakarta.

Pantauan Cendana News di salah satu SPBG MRU di kawasan Monas siang ini, Kamis (14/4/2016) pada saat melakukan pengisian BBG dibutuhkan waktu sekitar 3-5 menit untuk 1 kendaraan Bajaj BBG, namun kalau lagi ramai, yang lama menunggu antreannya, kadang-kadang bisa lebih dari satu jam. Sedangkan biaya pengisian BBG per 1 kilogramnya Rp. 3.600, sementara kemampuan kapasitas maksimum tangki tangki BBG hanya 8 kilogram.
Total biaya yang harus dikeluarkan sopir Bajaj BBG untuk 8 kilogram gas Rp. 28.800, sedangkan maksimum jarak tempuh Bajaj BBG untuk tiap 1 kilogram gas sekitar 12 kilometer, berarti jika sebuah Bajaj BBG diisi bahan bakar penuh sebanyak 8 kilogram gas maka Bajaj BBG tersebut mampu menempuh jarak sekitar 96 kilometer atau setara kira-kira setara dengan satu kali perjalanan dari Jakarta ke Bogor, Jawa Barat.
Syamsudin, seorang sopir Bajaj BBG yang sedang mengantre menunggu giliran mengisi BBG mengatakan, dibandingkan dengan kendaraan lainnya yang menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) jelas BBG jauh lebih murah, bisa dibilang harga per 1 liter BBG 50 persen lebih murah daripada BBM jenis Premium atau Solar yang bersubsidi, namun untuk ketahanan dan keawetan mesin masih lebih awet kendaraan yang memakai BBM.
“Soalnya BBG bentuknya gas sehingga lebih cepat panas daripada BBM yang berbentuk cairan,” katanya saat ditemui Cendana News di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Kamis (14/4/2016).

Syamsudin menambahkan, kalau dihitung total Rata-rata setiap harinya ada sekitar 700 unit Bajaj BBG yang secara rutin melakukan pengisian gas di SPBG MRU yang ada di kawasan Monas, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, saat proses pengisian BBG sih cepet paling lama hanya 3-5 menit.
“Yang bikin malas adalah lamanya menunggu antrean, kalau antrean Bajaj BBG nya lagi banyak dan ramai bisa-bisa sampai satu jam menunggu,” pungkasnya sekaligus mengakhiri pembicaraan.