JUMAT, 1 APRIL 2016
Jurnalis : Harun Alrosid/ Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber Foto: Harun Alrosid
SOLO — Puluhan awak bus jurusan Surabaya-Yogjakarta, Jumat pagi (1/4/2016) melakukan aksi mogok di Terminal Tirtonadi, Solo, Jawa Tengah. Aksi tersebut sebagai bentuk solidaritas atas pemukulan yang dilakukan oknum armada bus lain, karena dituduh menyerobot penumpang.
![]() |
| Aksi mogok awak bus Solo-Jogja |
Sopir dan Kondektur yang mogok operasi diantaranya, bus Sugeng Rahayu, bus Sumber Selamat, bus Mira, dan bus Eka. Mereka melakukan mogok beroperasi dengan memarkirkan armada busnya di terminal Tirtonadi Solo. Puluhan armada bus yang mogok beroperasi hingga satu jam itu membuat penumpang yang ingin melanjutkan penjalan menjadi tersendat. Bahkan tidak sedikit penumpang dengan tujuan Solo-Jogja terlantar, karena tidak sama sekali bus yang beroperasi.
“Upaya ini untuk menuntut kejelasanan insiden pemukulan terhadap awak Bus Sumber Selamat, yang dipukuli oleh awak bus jurusan Jogja-Solo lain, pada Kamis sore kemarin” ujar Pasaribu sopir bus Sumber Selamat yang juga menjadi korban pemukulan.
Menurut Pasaribu, insiden pemulukan awak bus Sumber Selamat, bermula saat menurunkan penumpang di kawasan Kartosuro, Sukoharjo, Jawa Tengah. Saat itu, kenek bus tengah membantu menurunkan barang penumpang, namun tiba tiba ada oknum dari awak bus Solo-Jogja lain dan bus AKAP lain, yang berjumlah empat orang langsung masuk dan melakukan pemukulan.
Sejumlah awak bus yang melakukan pemukulan itu menuduh bus Sumber Selamat menyerobot penumpang.
“Sebenarnya kami tidak menyerobot penumpang, hanya saja saat kernet dan kondektur membantu menurunkan barang penumpang, ada seorang pria berambut panjang masuk bus dengan sendirinya. Ternyata pria itu adalah pengamen, dan mereka yang memukuli itu tidak tahu kalau itu pengamen,” jelasnya.

Untuk mengusut pelaku pemukulan itu, insiden pemukulan tersebut akhirnya dilaporkan ke Mapolsek Kartasura, Sukoharjo. Sementara, sejumlah awak bus yang mendengar adanya pemukulan itu, langsung bereaksi dengan mogok beroperasi, sembari menunggu kejelasan polisi memproses aksi penganiayaan tersebut.