Tak Ada Kabar, Istri dari ABK Korban Perompak Kapal Cemas

JUMAT, 1 APRIL 2016
Jurnalis : Ishak Kusrant / Editor : ME. Bijo Dirajo /  Sumber Foto: Ishak Kusrant 

MANADO — Istri dari salah satu anak buah kapal (ABK) kapal Barahma 12 korban penyandraan oleh perompak kelompok Abu Sayyaf di perbatasan Filipina, yang tinggal di Kelurahan Sasaran Tondano, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, hingga saat ini masih cemas.
Martje Vemmy Wowor sambil memegang foto suaminya Juan Philip
Menurut Martje Vemmy Wowor saat ditemui Cendana News pada Jumat (01/04/2016) siang di Tondano, suaminya yang bernama Juan Philip ditahan pembajak yang mengaku dari kelompok Abu Sayyaf (Al Syarakat Al Islammyya) 26 Maret 2016 lalu, dan meminta tebusan sebesar Rp 14, 2 Milliar. 
Wowor mengatakan, suaminya Juan Philip di tahan perompak kelompok Abu Sayyaf bersama 9 orang anak buah kapal (ABK) lainnya dan hingga saat ini belum ada kabar lagi baik dari Pemerintah daerah maupun Pemerintah pusat, sehingga kami keluarga sangat khawatir terjadi apa-apa.
“Terakhir Pak Gubernur, Kapolda, dan jajaran forum komunikasi pimpinan daerah datang ke rumah pada Rabu kamarin, dan memberikan bantuan serta perhatian agar tetap sabar, karena pemerintah hingga saat ini masih melakukan komunikasi dan proses negosiasi untuk melepaskan 10 ABK, termasuk suaminya yang di sandra kelompok Abu Sayyaf,” terang Martje Wowor dengan raut wajah sedih pada Cendana News Jumat (01/04/2016).
“Saya masih cemas semoga suaminya baik-baik saja karena hingga saat ini tidak ada lagi kabar,”sebutnya.
Wowor berharap agar Pemerintah segera mengambil tindakan sebelum hal yang di khawatirkan terjadi.
“Semoga suami saya baik-baik saja disana dan bisa segera bebas dan berkumpul sama keluarga,” kata Wowor cemas.
Kapolda bersama Gubernur dan Wagub bertemu keluarga korban perompak kapal
Polda Sulut akan Perkuat Perbatasan
Sementara itu, setelah melakukan kunjungan kerja bersama Gubernur Sulut dan Wakil Gubernur Sulut serta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan daerah (Forkopimda) ke rumah keluarga korban perompak Kapal Barahma 12 oleh kelompok Abu Sayyaf, Kapolda Sulut akan memperkuat perbatasan Filipina di Sulut terutama di daerah Kepulauan.
“Saya sudah instruksikan ke seluruh Kapolres dan Kapolsek agar meningkatkan patroli di wilayah perbatasan Sulut dan Filipina, terutama terhadap warga asing yang melintas di perbatasan dan perairan Sulawesi, untuk mengantisipasi kemungkinan masuknya kelompok Abu Sayyaf,” tegas Kapolda Sulut Brigjen Pol Wilmar Marpaung pada Cendana News jumat (01/04/2016) siang.
Menurut mantan Kapolres kota Bitung ini, pihaknya juga sudah meminta jajaran di wilayah agar segera melakukan razia kartu tanda penduduk (KTP) bagi masyarakat terutama di wilayah perbatasan lintas batas daerah yang masuk ke Sulut, dan jika ada warga yang dicurigai segera diamankan.
“Kita punya wilayah Sulut dekat dengan Kabupaten Poso yang masih terus mengejar jaringan Santoso, dan saat ini ada kelompok Abu Sayyaf, di wilayah Filipina, kami akan terus melakukan antisipasi dan razia agar tidak kecolongan,” tegas Kapolda Marpaung.
Lihat juga...