Pemeliharan Jalan Lintas Sumatera Ditargetkan Selesai Sebelum Puasa

SELASA, 26 APRIL 2016

LAMPUNG — Pemeliharaan ruas jalan di Provinsi Lampung hingga kini masih dalam tahap pengerjaan, diantaranya proses penggalian dan mengganti dengan aspal baru. Ruas jalan yang dikerjakan oleh rekanan dari Satuan Kerja Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan wilayah Lampung diantaranya Jalan Lintas Sumatera KM 69-70 Kecamatan Penengahan dan beberapa kilometer ruas Jalinsum.
Beberapa orang pekerja sedang memperbaiki jalan yang rusak
Salah satu pengawas pekerjaan pemeliharaan jalan,Toni menyebutkan, pemeliharaan ruas jalan nasional tersebut dilakukan untuk menambal jalan yang berlubang. Pengerjaan ditargetkan selesai sebelum masa puasa Ramadhan dengan melakukan pembongkaran jalan di titik yang bergelombang dan berlubang.
“Pengerjaan dilakukan sifatnya pemeliharaan dengan melakukan penambalan pada titik jalan yang berlubang dan ditargetkan selesai sebelum puasa tapi nanti rencananya juga akan dilakukan penebalan ruas jalan nasional”ungkap Toni saat melakukan pengawasan pengerjaan jalan kepada media Cendananews.com Selasa (26/4/2016)
Toni mengaku proses penambalan jalan telah dilakukan di sejumlah titik dan proses penebalan selanjutnya diperkirakan akan dilakukan menjelang arus mudik lebaran tahun ini. Penambalan sementara dilakukan untuk memberi kenyamanan kepada pengguna jalan yang selama ini mengeluhkan kondisi jalan yang rusak di sepanjang jalan lintas Sumatera.
Sebelumnya Dinas Bina Marga Provinsi Lampung telah membahas tentang kondisi jalan dan rencana perbaikan jalan di Provinsi Lampung. Pertemuan yang dipimpin oleh sekretaris Dinas Bina Marga Provinsi Lampung, Roni Witono membahas perbaikan jalan yang diupayakan selesai sebelum memasuki bulan suci Ramadhan. Proses tender perbaikan jalan telah berjalan dan ditargetkan perbaikan selesai sebelum pelaksanaan mudik.
“Perbaikan dilakukan untuk memberi kenyamanan dan antisipasi mudik lebaran sehingga perbaikan dan pemeliharaan jalan rusak segera bisa dilaksanakan dan tidak mengganggu pengguna jalan,”ungkapnya.
Hingga saat ini kondisi jalan di Lampung hingga terakhir tahun 2015 tingkat jalan mantap di Lampung sudah mencapai 67,02 persen. Kondisi jalan mantap diartikan kondisi jalan baik dan sedang sementara sisanya rusak ringan dan rusak berat.
Acuan klasifikasi jalan tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum nomor 13/PRT/M/2011 tentang tata cara pemeliharaan dan penilikan jalan diantaranya bahwa jalan mantap adalah jalan dalam kondisi baik dan sedang. Karena kondisi jalan dibagi menjadi kategori rusak berat, rusak ringan, rusak sedang dan baik.
Selain fokus pada pengerjaan jalan nasional, pemerintah provinsi Lampung bahkan mengucurkan dana sekitar Rp.5milyar untuk pembangunan ruas Korpri-Sukadamai yang merupakan jalur alternatif dari Bandarlampung menuju kota Metro.
Menurut Tony Ferdinansyah kepala bidang pemeliharaan jalan dan jembatan dinas bina marga Provinsi Lampung, anggaran tersebut dilakukan untuk meneruskan rigit lanjutan tahun sebelumnya sepanjang 700 meter. Selain itu anggaran sebesar Rp.2,5 milyar untuk pemeliharaan ruas Simpang Korpri-Sukadamai yang berada di titik pertigaan Way Kandis mendekati pasar Jatimulyo. Selanjutnya pembangunan ruas Sukadamai-Metro Kibang dianggarkan dana Rp2,5 milyar yang merupakan jalur alternatif ke Metro.
Perbaikan jalan dengan sistem rigid berdasarkan pantauan Cendana News, sedang dikerjakan di sepanjang ruas Jalan Lintas Timur Sumatera sepanjang 1 kilometer tepatnya di pertigaan Menara Siger. Akibat perbaikan jalan sistem rigit tersebut arus lalu lintas dua jalur terpaksa menggunakan sistem buka tutup dari arah pelabuhan Bakauheni menuju lintas Timur dan sebaliknya.
Kerusakan jalan ruas jalan provinsi juga masih terjadi beberapa kilometer di ruas Desa Tetaan Kecamatan Penengahan menuju simpang lima Kecamatan Ketapang yang dipenuhi kubangan lumpur dan hingga kini belum mendapat penanganan.
Jalan raya Ketapang-Tetaan merupakan salah satu jalan alternatif sepanjang 12 kilometer yang merupakan jalan provinsi dengan kerusakan parah mencapai 3 kilometer.(Henk Widi)
Lihat juga...