MINGGU, 10 APRIL 2016
Jurnalis: Ebed De Rosary / Editor: ME. Bijo Dirajo / Sumber foto : Ebed De Rosary
MAUMERE — Pantai Koka terletak di Desa Wolowiro, Kecamatan Paga, kabupaten Sikka ini dalam sebuah majalan pariwisata disebutkan seorang wisatawan asal Spanyol menjadi salah satu pantai terbaik di dunia. Berjarak 1,5 kilometer sebelah selatan jalan negara trans Flores, pantai Koka terletak 40 kilometer arah barat kota Maumere.
| Satu sisi pantai yang menghadap ke arah barat |
Pantai berpasir putih ini dapat ditempuh selama satu jam perjalanan dari ibukota kabupaten Sikka mempergunakan bus atau travel dengan biaya 50 ribu rupiah. Selain itu, bila ingin menikmati pemandangan selama perjalanan, moda tarnsportasi sepeda motor ( ojek ) bisa menjadi salah satu pilihan seraya merogoh kocek 100 ribu rupiah.
Sebastianus Bei, yang dijumpai Cendana News, Sabtu (9/4/2016) di pesisir pantai mengatakan, setiap akhir pekan pantai Koka selalu ramai disambangi oleh wisatawan lokal maupun mancanegara. Warga Paga ini menyebutkan, pantai Koka tak pernah sepi dari pengunjung.
Begitu kita menginjakan kaki di tempat ini, kita di buat terpesona dengan pemandangan laut yang bersih, airnya yang jernih, pasir putih lembut membentang membentuk tembereng. Kiri dan kanan pantai berjejer tebing-tebing karang terlihat artistik.
| Pantai di sisi timur yang menghadap ke selatan |
Dua Sisi Pantai
Pantai Koka menurut penuturan Geradus Gedo tetua asal Wolowiro yang ditemui Cendana News dilokasi pantai, dinamai berdasarkan suara burung Koak yang dahulu banyak terdapat di pantai ini. Suara burung yang melengking dan mengeluarkan kata koak dan koka membuat beberapa penduduk sekitar menamai pantai ini dengan sebutan Koka.
Keunikan pantai Koka terlihat dari adanya dua sisi pantai berpasir putih. Di sebelah barat bentangan pasir putihnya sepanjang 100 meter sementara di selatan 200 meter. Pantai di selatan terlihat berbentuk cekung dan menjorok ke dalam sejauh 100 meter sementara sisi baratnya berbentuk sama cuma menjorok ke dalam hanya sejauh 50 meter. Dari kejauhan di kedua pantai, air laut membuat bentuk elips sehingga terlihat sungguh mempesona.
Sebastianus Dei yang ditemui bersantai di pantai ini mengaku takjub melihat keindahan pantai Koka. Meski baru pertama mengunjungi pantai ini, dirinya merasa bahwa tidak salah pantai Koka termasuk salah satu pantai yang terindah di Flores bahkan bisa dikatakan di Indonesia.Menurutnya, pantai Koka perlu ditata dan dipromosikan agar dikenal khalayak.
“Pasir putihnya sangat bersih, pasirnya juga halus. Pulau Nusa Koka juga membuat pemandangan sangat indah. Bukit – bukit yang mengapit pantai serta sebuah bukit yang berada di tengah sangat indah dipandang. Kalau air laut surut kita juga bisa berjalan di deretan batu karang cadas yang berwarna kehitaman sekeliling pulau sambil menikmati bebatuan samping bukit yang bergelombang terkikis air laut, “ ujar Sebastianus.
| Watu Jara dan pulau Nusa Koka di belakangnya |
Pantai Koka, jika dilihat memang cukup luas dan terbagi ke dalam dua karakter garis pantai. Di sisi barat topografinya lebih “ tough “ dengan dihiasi jejeran karang dan juga tebing curam yang menggambarkan sisi perkasa dari pantai karang yang dihantam ombak terus menerus. Saat air laut surut, jejeran karang cadas berwarna hitam di sebelah kiri ini terlihat jelas dan sering dinaiki pengunjung.
Untuk berada di atas karang sepanjang 50 meter dengan lebar hingga 10 meter ini, pengunjung harus ekstra hati – hati karena bebatuan di permukaannya sangat tajam dan tidak bergelombang. Di ujung karang, pengunjung bisa melihat dasar laut yang jernih dimana ikan – ikan kecil terlihat jelas berseliweran di lubang – lubang batu karang.
Sedangkan di sisi selatan, garis pantainya lebih menyejukan. Hanya terdapat gugusan batu karang di sebelah kanan selebar 10 meter dengan panjang 30 meter. Banyak pengunjung terlihat lebih menyukai bentangan pasir putih di sisi selatan dengan berenang di sisi kiri dimana dasar lautnya tidak terdapat bebatuan.
| Bukit di sebelah timur pantai selatan dengan bongakahan batu membentuk pulau kecil |
Bukit Batu
Selain memiliki dua garis pantai, bukit – bukit batu yang mengapit kedua pantai ikut menjadikan pantai Koka semakin indah.Selepas jalan tanah, di sebelah kanan terdapat sebuah bukit gersang seakan membatasi kedua sisi pantai ini.Bukit batu sepanjang 20 meter, lebar 10 meter dengan ketinggian 6 meter ini merupakan bukit gersang yang hanya ditumbuhi beberapa pohon lamtoro dan selebihnya dipebuhi rerumputan.Gerusan ombak menjadikan sisi bukit terlihat indah dengan lubang – lubang yang terselip di cela – cela batu berwarna putih kecoklatan.
Di bawah tebing batu yang agak menjorok ke dalam terdapat sebuah kuburan keramik persis di bawah sekumpulan pohon beringin. Kumpulan pepohonan ini menjadikan kuburan ini teduh, terhindar dari teriknya mentari. Beberapa penduduk kampung yang ditanyai Cendana News perihal kuburan ini tidak bisa memberikan jawaban pasti dan seolah tidak mengetahuinya.
Ada yang mengatakan makam tersebut merupakan makam salah seorang raja. Yang lainnya menyebutkan makam tersebut merupakan makam seorang nelayan penduduk kampung disitu yang meninggal di pantai tersebut.
| Pantai pasir putih di sisi barat diapit bukit di sisi utara dan bebetuan cadas di sisi selatannya |
Selain itu, pantai di sisi barat juga di batasi sebuah bukit gersang di sebelah utara. Bukit sepanjang 300 meter ini memiliki ketinggian hampir 10 meter. Beberapa bagian kaki bukit batu – batu cadas berwarna putihnya terlihat jelas. Saat musim hujan, rerumputan yang tumbuh di bebukitan membuat bukit tampak hijau, sementara bila musim kemarau rerumputan mengering berwarna kecoklatan tertidur, tersusun bak butitan salju yang menempel di batu.
Di pantai sebelah selatan, sisi timurnya dibatasi sebuah bukit sepanjang 200 meter dengan tinggi 10 meter. Bukit ini terihat lebih subur dan dipenuhi pepohonan. Penduduk memanfaatkan bukit ini untuk dijadikan kebun. Beberapa pohon kelapa terlihat berjejer di kaki bukit.Ujung bukit bagian selatan terdapat bongkahan batu bekas patahan dari bukit tersebut.Sebuah bebatuan stinggi 2, 5 meter persisi berada di ujung bukit. Di depannya sebuah bongkahan batu berbentuk siku setinggi 3 meter dengan panjang 5 meter ditumbuhi beberapa pohon di atasnya.
| Bukit gersang pembatas kedua sisi pantai dikelilingi bebatuan cadas |
Nusa Koka
Sisi bukit pembatas kedua pantai di kelilingi lempengan batu karang cadas berwarna kehitaman.Saat air laut surut, gugusan bebatuan tajam ini terlihat jelas. Tebing batu sebelah kanan bernama Watu Jara dituturkan beberapa penjual di pantai Koka, sering meminta korban.Jika dilihat, memang tempat ini sangat strategis untuk berpose dengan latar belakang pulau Nusa Koka.
Penasaran, Cendana News coba berpose di tempat ini. Baru 3 kali mengambil gambar, ombak yang menghantam tebing batu cadas tempat berpijak kian keras menerjang. Percikan airnya membasahi badan dan bertambah tinggi seakan gulungannya hendak menyeret jatuh ke laut sebelah selatan. Tak ingin terjadi musibah, Penulis terpaksa bergegas menjauh. Anehnya, beberapa saat kemudian ombak yang menghantam tebing kian mengecil dan berhenti.
Pulau mungil Nusa Koka yang berada sekitar 300 meter dari bibir pantai menambah indahnya pemandangan pantai Koka. Dari kejauhan terlihat pulau ini hanya ditumbuhi beberapa pohon saja. Nusa Koka menurut Raymundus Wero warga Wolowiro kepada Cendana News menuturkan,pulau mungil ini dihuni ratusan ular berwarna lurik hitam putih. Pengunjung yang ingin ke pulau ini kata Raymundus, disarankan untuk tidak mengganggu apa lagi membunuh ular tersebut. Ular – ular tersebut hanya menyempil di celah – celah batu pulau ini dan tidak menganggu.
“ Biasanya ular – ular ini sering dikasih makan oleh Mosalaki (tetua adat). Saat digelar ritual, ular – ular tersebut akan keluar dari sarangnya dan menghampiri Mosalaki. Ular–ular ini diyakin sebagai leluhur atau nenek moyang warga kampung disini. Kalau pengunjung ingin ke pulau sebaiknya ditemani Mosalaki untuk menghindari digigit ular, “ tutur Raymundus.
| Bukit yang berada di tengah membatasi kedua sisi pantai |
Perlu Ditata
Sejak pertigaan jalan negara trans Flores, persis di sebelah papan penunjuk arah, perjalanan ke pantai Koka menyusuri jalan tanah yang sudah mengalami pengerasan sejauh 1,5 kilometer arah selatan. Sepanjang kiri kanan jalan terdapat rumah penduduk dan kebun kakao dan kelapa. Di areal pantai Koka hanya terdapat beberapa penjual minuman dan makanan ringan yang menggelar dagangan di pondok seadanya beratap daun kelapa. Dagangan diletakan di atas bale – bale bambu. Beberapa pondok tempat beristirahat yang dibangun pemerintah masih tampak rangkanya saja.
Di lokasi ini juga hanya terdapat sebuah kamar mandi dan WC umum yang dimilik penduduk sekitar. Areal kiri ujung jalan menuju pantai terdapat kebun penduduk yang ditanami jagung dan singkong. Terdapat juga beberapa pohon kelapa di sekitarnya. Dahulu sepanjang bibir pantai kata Raymundus dipenuhi pohon Waru dan Bakau. Namun pepohonan tersebut kini sudah tidak ada lagi karena ditebang dan tergerus abrasi.
Ignasius Kasar, seorang pelaku pariwisata dijumpai di pantai menyebutkan,sejak tahun 1996 dirinya mengantar wisatawan asing ke pantai Koka dengan berjalan kaki dari pertigaan jalan negara trans Flores. Para turis selalu mengatakan pantai Koka merupakan salah satu pantai terbaik di pulau Flores bahkan di Indonesia, sebut lelaki yang sudah 23 tahun menggeluti pariwisata ini.
“Sekarang sudah dibuka akses jalan tapi perlu diaspal. Menurut saya beberapa fasilitas perlu dikembangkan. Harus ada tempat parkir kendaraan, pondok, restoran, MCK dan ada karcis masuk ke obyek wisata ini. Jika dikelola dengan baik, ini bisa mendatangkan pemasukan “,ujar Kasar pengelola tour and travel Tamasya Indowisata.
Hal senada juga disampaikan Konradus Rindu, manager Floresta Wisata. Dikatakan Konradus, pemerintah perlu membenahi sampah dan akses jalan menuju obyek wisata. Jika semuanya di benahi, dirinya yakin wisatawan pasti akan berbondong – bondong ke pantai Koka maupun ke beberapa destinasi wisata di Sikka. Dirinya yakin pantai Koka pasti bisa bersaing dan daya jualnya sangat tinggi.
“Wisatawan yang berkunjung ke pantai Koka tidak hanya sekedar untuk berjemur dan menikmati gulungan ombaknya yang kuat dan bertenaga tapi pengunjung di buat kagum melihat setiap detil apa yang ada di sekitar pantai ini. Kadang rombongan wisatawan asing betah berada di pantai Koka menikmati bebatuan cadas sambil berjemur di pasir putih yang bersih, “ kata Konradus.
Patut disayangkan, pantai dengan pemandangan unik ini dibiarkan begitu saja tanpa diperhatikan dan di serahkan sepenuhnya pada proses alam.Mestinya sudah ada pembangunan layaknya sebuah tempat wisata. Sudah saatnya pantai Koka diberikan kepada pihak swasta untuk menyulapnya menjadi tempat wisata yang menarik jika pemerintah tak mampu mengelolanya.