Menteri Perdagangan Ajak Pelaku Ekonomi Kreatif Aktif di Media Sosial

SABTU, 2 APRIL 2016
Jurnalis: Agus Nurchaliq / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber foto: Agus Nurchaliq

MALANG — Media sosial dan juga internet nampaknya menjadi sesuatu yang harus dikuasai oleh setiap para pelaku ekonomi kreatif untuk mengembangkan usahanya. Hal tersebut disampaikan Menteri Perdagangan Indonesia, Thomas Trikasih Lembong dalam konferensi pers Indonesia Creative Cities Conference (ICCC) di gedung Balaikota Malang, Jumat (1/4/2016).
Lembong mengatakan, sektor digital dan sektor jasa kedepannya akan tumbuh dengan pesat karena merupakan nilai tumbuh ekonomi yang paling besar. Sektor jasa tidak memerlukan pabrik, cukup memerlukan suasana yang kondusif, nyaman, tentram dan kota Malang sudah menciptakan suasana seperti itu. 
“Kota Malang bisa menjadi contoh trend kota krearif, trend modern di abad 21 sektor jasa, sektor kreatif dan sektor digital,”jelasnya.
Menurutnya sektor digital harus terus digali karena ekonomi digital memungkinkan untuk jasa bisa diperjual belikan melalui internet. Sehingga dengan demikian hal ini merupakan potensi yang luar biasa karena melalui internet bisa menjangkau konsumen di seluruh dunia. Hal tersebut juga dapat memperluas wilayah ekonomi bagi suatu daerah, dari yang awalnya hanya dari sekitar menjadi mendunia melalui jaringan internet.
“Saat tadi saya berkunjung di pelaku usaha keramik Dinoyo, saya himbau mereka untuk segera memasarkan produknya melalui media sosial karena melalu internet maupun media sosial produk dan kotanya bisa mendunia,”ungkapnya.
Selain itu, Lembong juga menghimbau untuk menghilangkan ego sektoral dan meningkatkan sinergi antara pemerintah pusat, provinsi hingga pemerintah kabupaten maupun kota.
Sementara itu wakil Ketua Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Ricky Josep Pesik menjelaskan bahwa inti yang ingin dicapai bekraf dalam ICCC ini adalah mendorong lahirnya indikator kota kreatif di Indonesia.
“Dalam konteks kota kreatif, Indonesia justru harus menyiapkan indikator yang jelas seperti apa kota kreatif agar arah pembangunan kota dan kabupaten di Indonesia bisa lebih jelas lagi,”ujarnya.
Bekraf juga akan mendorong pengembangan indikator supaya menjadi ketetapan bersama sehingga arah pengembangan ekonomi di tiap daerah adalah persiapan infrastruktur ekosistem. 
“Yang dimaksud ekosistem disini yaitu melibatkan pelaku usaha, komunitas, pemerintah maupun akademisi,” pungkasnya.
Lihat juga...