Masyarakat di Desa Sungai Nibung Belum Menikmati Buah Kemerdekaan

SABTU, 23 APRIL 2016

KUBU RAYA — Desa Sungai Nibung, Kecamatan Sungai Nibung, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat belum mendapatkan perhatian serius dari pemerintah. Daerah yang memiliki menyimpan banyak potensi perikanan dan lahan pesawahan belum tersentuh aliran listrik dan jaringan telekomunikasi.
wilayah Desa Nibung, Kecamatan Sungai Nibung, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat [Ist]
“Semenjak Indonesia merdeka, di tempat kami ini tidak ada sinyal telekomunikasi. Listrik juga gak ada,” ungkap salah seorang warga, Warni kepada Cendananews saat menyambangi Desa Sungai Nibung, Sabtu (23/4/2016).

Untuk kebutuhan energi atau listrik, warga yang mampu menggunakan mesin genset. Namun, jika warga yang berpenghasilan rendah, maka warga hanya mengandalkan pelita untuk penerangan di rumah termasuk saat anak-anak belajar.

“Listrik pake genset. Beli sendiri. Kalau tidak punya genset, pakai pelita. Ada juga yang menumpang ke orang yang punya genset. Ya kita bayar uang, setiap bulan Rp. 240 ribu sampai Rp.300 ribu. Anak-anak di sini sudah terbiasa belajar pakai pelita untuk penerangan,” kata Warni. 
Tidak hanya itu, desa yang kaya akan sumber daya alamnya, juga tidak didukung dengan infrastruktur yang memadai. Akses jalan darat yang menghubungkan ke tempat lainnya hingga kini belum dibangun. Itu juga yang menjadi alasan warga di desanya susah membawa hasil bumi ke tempat lainnya. Padahal, hasil bumi di sana sangat melimpah.
“Belum ada akses jalan darat. Mata pencarian penduduk di sini sebagian besar nelayan, bertani ke sawah. ?Kami susah menjual hasil bumi,” tutur Warni. 
Sementara untuk jaringan telekomunikasi, warga yang membeli telepon genggam lebih banyak digunakan untuk mendengarkan musik dan bermain game. Sedangkan untuk menelpon harus mencari tempat yang tinggi.
“Kalau mau telepon, kita pergi ke tempat lainnya atau lokasi titik yang ada sinyal, itu pun naik pohon. Kalau cuaca tidak bagus, ya sia-sia. Jaraknya titik lokasi sinyal 5 kilo naik perahu melalui jalur sungai,” ujar Warni. (Aceng Mukaram)
Lihat juga...