JUMAT, 29 APRIL 2016
BALIKPAPAN — Forum Peduli Teluk Balikpapan menilai ditemukannya ikan lumba-lumba (pesut) yang mati di perairan Teluk Balikpapan, karena adanya kerusakan dan pencemaran di Teluk Balikpapan.

“Padatnya aktifitas yang terjadi di Teluk Balikpapan, baik itu industri maupun lalu lintas perairan, sehingga menganggu ekosistem perairan,” ungkap Ketua Forum Peduli Teluk Balikpapan Husain Suwarno, Jumat (29/4/2016).
Menurutnya, terjadinya sedimentasi di Teluk Balikpapan juga makin memprihatinkan, karena terjadi pendangkalan sedalam satu hingga dua meter. Belum lagi rencana reklamasi yang dilakukan pada tahun-tahun mendatang.
Diketahui, dalam sebulan terakhir tiga ekor ikan pesut yang merupakan salah satu hewan langka dan dilindungi, ditemukan mati di perairan Teluk Balikpapan.
Selain itu, Husain mengatakan dalam melakukan pemantauan pesisir Teluk Balikpapan, pihaknya menemukan terjadinya pengupasan lahan dan reklamasi menggunakan bebatuan di wilayah konservasi bernilai tinggi pesisir Teluk Balikpapan.
“Untuk itu kami menolak reklamasi Teluk Balikpapan agar kerusakan di pesisir tidak kian parah,” ujarnya, Jumat (29/4/2016).
Husain menambahkan lautan pesisir mangrove sendiri yang menjadi hunian habitat satwa bawah laut yang dilindungi, telah rusak. Hal ini terlihat dalam 1 bulan terakhir terjadi 3 kali satwa laut yang terdampar, dan 1 yang mati di area jeti pelabuhan. (Ferry Cahyanti)