Kelompok Tani Siap Ikuti Pembelian Pupuk Sistem Billing

JUMAT, 29 APRIL 2016
LAMPUNG — Penerapan sistem pembelian pupuk bersubsidi dalam jaringan (daring) kelompok tani di sejumlah wilayah Provinsi Lampung,  mulai  disosialisasikan. Penerapan sitem ini dilakukan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan,  untuk memantau pendistribusian pupuk agar tepat sasaran.


Sebelumnya,  Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan telah melakukan penerapan penjualan pupuk,  dengan sistem daring di Kecamatan Candipuro,  yang sebagian besar wilayahnya  merupakan lahan pertanian. 
Penerapan system itu  telah diikuti sejumlah kelompok tani,  dan berkoordinasi dengan pihak bank yang bekerjasama untuk penerapan pembelian sistem billing tersebut.
“Kelompok tani kami sudah membuka rekening di bank untuk proses pembelian pupuk,  sehingga lebih memudahkan petani yang tergabung dalam kelompok untuk membeli pupuk,”  ungkap Armadi, salah seorang Kelompok Tani Bina Mandiri saat dikonfirmasi  Cendana News,  Jumat (29/4/2016).
Sebelumnya,  sistem pembayaran pembelian pupuk oleh para distributor di daerah, terlebih dahulu  harus melakukan pembayaran dengan cara transfer melalui bank. Kemudian menukarkan bukti transfer dengan delivery order (DO) di kantor pemasaran pupuk. Sistem transaksi ini , hanya  bisa  dilakukan pada hari dan jam kerja. Ternyata system ini dianggap kurang efektip.
Tapi dengan sistem daring, pembayaran dapat dilakukan melalui ATM, internet banking, dan transfer via teller bank. Pembeli dapat membawa bukti pembayaran,  dimana telah tercantum nomor DO yang digunakan untuk menebus pupuk yang dibelinya langsung ke gudang terdekat. Sistem ini diharapkan akan mengoptimalkan distribusi pupuk bersubsidi,  sekaligus memberi kemudahan bagi distributor dan kelompok tani.
Penerapan sistem ini  sebenarny lebih efektip, hanya saja para petani terbilang masih baru dan bingung. Karena petani berharap yang terpenting ketersediaan pupuk tetap terjaga pada setiap masa tanam.
Salah seorang petani di Kecamatan Penengahan, Amrudin, mengharapkan penerapan sistem tersebut  tidak mengakibatkan harga jual pupuk di tingkat petani  lebih mahal.
Terkait penerapan penyaluran pupuk bersubsidi secara online (billing system) sebelumnya telah diterapkan di Kecamatan Candipuro sebagai percontohan di Lampung dan setelah dilakukan percontohan penerapan sistem pembelian pupuk secara online direncanakan akan dilakukan di empat kecamatan lain.
Badan Penyuluh Pertanian, Perkebunan, Peternakan dan Kehutanan (BP4K) menargetkan,  penerapan  dimulai pada musim tanam tahun ini. 
Kepala BP4K Lamsel Ir. Noviar Akmal mengungkapkan, empat kecamatan yang tengah dipersiapkan untuk menerapkan billing system adalah Kecamatan Palas, Sragi, Ketapang dan Penengahan. 
“Penerapan billing system di Kecamatan Candipuro sejauh ini berjalan cukup baik. Kita akan melakukan percepatan di empat kecamatan yang memang mayoritas petani  padi. Agar mereka juga mudah dan tepat sasaran dalam menerima pupuk bersubsidi,”  ungkapnya.
BPK4 juga telah melakukan proses penghitungan kebutuhan  pupuk para petani di empat kecamatan tersebut melalui RDKK. Sehingga, akan diketahui kebutuhan pupuk petani selama sekali musim tanam.
“Setelah mengetahui kebutuhan pupuk secara rill, baru kita bisa menerapkan sistem ini. Kami juga meminta para petani bergabung dengan kelompok,  agar penyalurannya lebih mudah. Jadi, jangan salahkan kami apabila petani yang tidak tergabung dalam kelompok,  tidak bisa mendapatkan pupuk bersubsidi,” terangnya.
Lebih jauh dia mengatakan, dari pihak perbankan yakni Bank Lampung juga telah mulai melakukan sosialisasi kepada masyarakat pertanian di empat kecamatan. Sehingga, program tersebut bisa segera direalisasikan.
“Setiap kelompok tani sudah diminta untuk membuka rekening di Bank Lampung dalam hal penerapan program ini. Kami harap, petani juga bisa proaktif agar program ini berjalan sesuai rencana,” ujarnya.
Bintara pembina desa (Babinsa) Kecamatan Ketapang dari Koramil 03/Penengahan,Sudarwanto,mengungkapkan pihak Koramil telah ikut melakukan sosialisasi penerapan billing sistem kepada  kelompok tani,  agar petani terbiasa dengan penerapan pembelian pupuk bersubsidi.
“Akhir April ini sejumlah area pertanian sawah sudah mulai melakukan pengolahan,  dan diperkirakan awal Mei pemupukan dimulai,  sehingga distribusi pupuk kita awasi,” terangnya.
Selama ini anggota TNI dari Koramil juga dilibatkan dalam pembinaan kepada kelompok tani,  termasuk pengawasan pendistribusian pupuk bersubsidi di wilayah Kecamatan Penengahan dan Kecamatan Ketapang.
(Henk Widi) 
Lihat juga...