Lagi, Talud Sungai Code di Yogyakarta Ambrol

SABTU, 9 APRIL 2016
Jurnalis : Koko Triarko / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber Foto: Koko Triarko 

YOGYAKARTA — Bencana tanah longsor kembali terjadi di kawasan pemukiman bantaran Sungai Code. Kali ini, longsor yang disebabkan oleh runtuhnya talud terjadi di kampung Terban, Gondokusuman, Yogyakarta. Longsor terjadi usai hujan besar yang hanya berlangsung sekitar setengah jam. Satu rumah bagian dapur dan kamar tidur ambrol dan mengancam empat rumah lainnya yang ada di bawahnya. Belasan warga diungsikan.
Rumah Sutarto yang runtuh
Longsor yang terjadi di Kampung Terban RT 02 RW 01, menyebabkan bagian belakang rumah milik warga runtuh, dan nyaris menimpa satu rumah yang ada di bawahnya. Sementara itu, enam rumah lainnya dinyatakan rawan, karena talud yang ambrol menimbulkan keretakan parah. Saat kejadian, pemilik rumah, Sutarto, sedang tidur. 
“Saat itu, saya terbangun karena merasa seperti ada gempa. Setelah berada di luar, ternyata bagian belakang rumah saya ambrol”, kata Sutarto, saat ditemui Sabtu (9/4/2016).
Sutarto menjelaskan, runtuhnya talud di belakang rumahnya terjadi setelah hujan besar mendera sekitar setengah jam lamanya pada sekitar pukul 15.00 wib, kemarin. Begitu terjadi ambrol, warga pun langsung  berhamburan keluar rumah dan mengungsi ke Balai RW. 
Sutarto, pemilik rumah
Sutarto merasa beruntung, karena isterinya yang biasa tidur di kamar belakang sedang pergi ke Jakarta, sehingga terhindar dari bencana. Sedangkan dua anak dan dua cucunya yang masih berusia 4 bulan dan 1 tahun juga selamat dari longsor tersebut.
Rumah Sutarto dihuni oleh 3 Kepala Keluarga (KK) dengan jumlah 8 jiwa. Akibat longsor itu, Sutarto dan seluruh keluarganya terpaksa mengungsi ke Balai RW sampai waktu yang belum bisa ditentukan. Apalagi melihat kerusakan talud, Sutarto memperkirakan proses perbaikan akan memakan  waktu cukup lama. 
Sementara itu, sejak pagi sekitra pukul 09.00, sejumlah warga dibantu Relawan, TNI, POLRI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DI Yogyakarta bahu-membahu membersihakan reruntuhan rumah yang dikhawatirkan bisa menimpa rumah lain yang ada di bawahnya. 
Anif Luhur Kurniawan
Menurut Kepala Desa Terban, Anif Luhur Kurniawan, fokus evakuasi hari ini adalah membersihkan reruntuhan dan mengamankan barang-barang berharga milik warga. 
“Data sementara ada 4 rumah warga yang terdampak langsung dan sekitar 6 rumah lainnya dianggap rawan, dan sebanyak 15-an warga terpaksa harus mengungsi di Balai RW yang juga difungsikan sebagai dapur umum”, jelasnya. 
Lihat juga...