Kerja Sama TNI – Kementan Cetak 1200 Hektare Sawah di Maluku Tengah

KAMIS, 14 APRIL 2016
Jurnalis : Samad Vanath Sallatalohy / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto: Samad Vanath Sallatalohy 

AMBON — Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Maluku Tengah, Max Salamor kepada Cendana News di Ambon Provinsi Maluku, Kamis (14/4/2016) mengatakan, program kerja sama antara TNI-AD dengan Kementrian Pertanian tahun ini, khususnya di Kabupaten Maluku Tengah menggarap 1.200 hektar sawah baru yang tersebar pada tiga kecamatan di Pulau Seram.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Maluku Tengah, Max Salamor

Max Salamor menyebutkan, program kerja sama ini  pertama 700 hektar diperuntukkan di dua kecamatan masing-masing, Kecamatan Seram Utara Rimur Seti dan kecamtan Seram Utara Timur Kobi.

” Tahap kedua 500 hektare untuk 3 tiga yaitu Seti, Kobi dan Seram Utara,” sebutnya.
Dirincikan, 1.200 hektare sawah itu masing-masing 300 hektar untuk transmigrasi Opin Seram Utara, 200 hektare di Seti dan Kobi,” ulasnya.
Max Salamor menerangkan, dalam program ini pihak TNI mengambil alih seluruh pekerjaan dan hanya pekerjaan kecil yang dikerjakan para petani, tetapi tetap di bawah pengawasan.
“TNI mengambil alih mulai dari pembersihan lahan atau kleering, perataan, pembuatan pematang, pengolahan sampai penanaman. Para petani tinggal panen saja,” jelasnya.
Disamping itu sebagian kecil juga dikerjakan oleh petani, namun tetap dalam pengawasan TNI.
“Hal itu sesuai motto TNI cepat tepat dan behasil itu dapat terwujud,” ucapnya.
Salamor memprediksikan dan optimis, jika 1.200 hektare lahan sawah itu digarap dengan baik, maka Kabupaten Maluku Tengah pada 2017 nanti, mengalami surplus atau kelebihan hasil panen beras.
“Jika 1200 hektare sawah itu digarap secara baik, maka 2017 total persawahan di Kabupaten Maluku Tengah sudah mencapai 9200 hektare, dengan hasil panen sekitar 5,5 Ton per hektar sesuai dengan  hasil sensus BPS,” bebernya.
Disamping itu, menurut Salamor, jika tidak ada halangan kondisi alam seperti badai El Nino dan lainnya yang bisa mempengaruhi hasil panen, maka Maluku Tengah akan surplus.
Salamor menambahkan, kalau dari perhitungan konsumsi beras secara nasional dimana satu orang mengkonsumsi 108 kilogram dalam setahun, maka di Maluku Tengah tidak sampai itu.
“Sebab kita masih mengkonsumsi sagu, keladi, ubi jalar, ubi dan lainnya. Jadi, konsumsi beras tidak sampai berdasarkan perhitungan secara nasional,” terangnya.
Lihat juga...