Kasus DBD di Colomadu Jawa Tengah Mengkhawatirkan

SABTU 16 APRIL 2016
Jurnalis : Harun Alrosid/ Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber Foto: Harun Alrosid

SOLO — Tingkat penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, kian memprihatinkan. Dari tahun-ke tahun, jumlah penderita bertambah pesat. Hingga April 2016, sebanyak 33 kasus terjadi di Kecamatan yang terkenal padat penduduk tersebut.
Seorang petugas melakukan pengasapan
Kepala Puskesmas Colomadu, Mardikaningtyas mengatakan, di wilayah Kecamatan Colomadu temasuk tertinggi, setelah Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar. Selama 2015 lalu, di Colomadu terdapat 38 kasus DBD, sementara hingga April 2016, sudah ada 33 kasus.
 “Sampai saat ini kasus DBD di wilayah kami ada kecenderungan meningkat, jika dibanding dengan tahun sebelumnya,” ujarnya kepada  Cendana News, Sabtu (16/4/2016).
Diterangkan lebih lanjut, secara grafik penyebaran penyakit DBD masuk dalam kategori meningkat tajam. Meski begitu, hingga saat ini belum ada yang mengakibatkan korban meninggal dunia. 
“Beruntung belum ada yang meninggal karena DBD, dan mudah-mudahan tidak ada,” tekannya.
Daerah Colomadu menuurtnya masuk endemis DBD, karena padat penduduk, dan tingkat kesadaran masyarakat akan pentingnya pemberantasan sarang nyamuk masih tergolong rendah. Hal itulah yang menyebabkan tingginya kasus di wilayah dataran rendah tersebut. Dari 11 Desa yang ada di Kecamatan Colomadu, hampir semuanya termasuk katergori endemi.
“Kondisi padat penduduk dan masuk dataran rendah, ditambah lagi tingkat kesadaran masyarakat untuk pemberantasan sarang nyamuk masih rendah, menjadikan penyebaran DBD berkembang dengan pesat,” ungkapnya.   
Disebutkan Mardikaningtyas, untuk bulan April saja, sedikitnya 9 warga di Colomadu terkena DBD. Untuk mengurangi penyebaran sarang nyamuk, warga bersama Puskesmas menggelar penyemprotan atau fogging secara keseluruhan. Selain fogging, masyarakat dihimbau untuk meningkatkan kesadaran pemberantasan sarang nyamuk (PSN).  
“Kita harapkan PSN dilaksanakan secara serentak dan kontiyu,  PSN tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri,” pungkasnya.
Lihat juga...