Dekati Generasi Muda dan Remaja, Penyalagunaan Narkoba Meresahkan

SABTU 16 APRIL 2016
Jurnalis: Charolin Pebrianti / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber foto: Charolin Pebrianti

SURABAYA — Narkoba mendekati generasi muda, tidak hanya mahasiswa maupun siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) tapi kini mulai menyasar siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) bahkan juga mengintai murid Sekolah Dasar (SD). Jenis narkoba yang paling banyak beredar dikalangan siswa jenis pil koplo.
Kepala BNN Surabaya, Suparti
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Surabaya, Suparti menjelaskan, peredaran narkoba saat ini sungguh meresahkan. Dirinya juga menginginkan agar masyarakat ikut melakukan pengawasan terhadap lingkungan sekitarnya.
“Sejak tahun 2015, BNN sudah melakukan advokasi terhadap pendidik, kelompok masyarakat baik di kelurahan dan kecamatan di Surabaya,” ujarnya kepada Cendana News di Surabaya, Sabtu (16/4/2016).
Dari hasil sosialisasi tersebut para guru diharapkan bisa antisipasi terhadap lingkungan termasuk kepada siswa didik. Di Surabaya sendiri, BNN telah melakukan sosialisasi ke Rungkut, Prapen, Manukan, Tandes, Wonokromo, Jambangan, Kedungsari, Petra dan sejumlah kawasan lainnya.
“Kami memprioritaskan SD dan SMP,” tukasnya.
Organisasi yang peduli terhadap nasib anak-anak, Plato Fondation melalui direkturnya, Dita Amelia menambahkan, pil koplo ini terbesar yang dipakai anak dan remaja. Bagi mereka pil koplo bukan hal yang asing. Ironisnya anak sekolah dasar sekarang ini banyak yang kecanduan.
“Kita pernah diskusi dengan guru Bimbingan Konseling (BK), ternyata dibeberapa sekolah, banyak anak yang gunakan pil koplo. Mereka justru bukan dari anak yang dianggap nakal, anak yang dianggap baik disekolah juga gunakan pil koplo,” tandasnya.
Data dari Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jatim yang menyebutkan bahwa pada tahun 2015 sekitar 700 siswa Sekolah Dasar (SD) di Jatim kecanduan pil koplo. Sebagian besar dari mereka hingga hari ini masih aktif menempuh pendidikan.
“Karena itu berbagai elemen baik itu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), bekerjasama dengan BNN tak henti-hentinya melakukan penyuluhan di sekolah-sekolah untuk memberikan pemahaman bahaya narkoba,” pungkasnya.
Lihat juga...