SABTU 16 APRIL 2016
Jurnalis: M. Fahrul / Editor: ME. Bijo Dirajo / Sumber foto: M. Fahrul
SUMENEP — Universitas Wiraraja Kabupaten Sumenep, Jawa Timur dari tahun ke tahun terus berupaya menambah beasiswa bagi anak berprestasi yang ada di daerah Pulau Madura. Salah satunya adalah bagi yang sudah menghafal Al-Quran sebanyak 30 juz dengan catatan mereka harus ikut seleksi yang dilakukan tes oleh pihak kampus.
![]() |
| Alwiyah, Rektor Universitas Wiraraja Kabupaten Sumenep |
Mengingat daerah ini merupakan daerah religius yang mana banyak anak yang mondok di pesantren sudah hafal Al-Quran, sehingga mereka perlu di apresiasi dengan diberikan pendidikan kuliah secara gratis hingga lulus, supaya kedepan daerah yang dikenal kental nuansa islami semakin banyak yang hafal Al-Quran.
“Saat ini Wiraraja lagi mencari beasiswa untuk tahfidz Al-Quran, kami merasa Madura ini sangat dikenal dengan daerah religius yang tinggi, makanya yang hafal Al-Quran akan disediakan kuliah gratis,” kata Alwiyah, Rektor Universitas Wiraraja, Kabupaten Sumenep, Sabtu (16/4/2016).
Disebutkan, bahwa untuk mendapatkan beasiswa tersebut harus melalui seleksi khusus, sehingga mereka akan di tes oleh tim ahli dengan membaca Al-Quran sebanyak 30 juz, sehingga mereka akan diketahui kelancaran dalam membaca ayat suci yang sudah ia hafal, maka apabila banyak bacaan yang salah mereka dinyatakan tidak lulus dan belum bisa menerima beasiswa penuh.
“Kita akan tetap melakukan tes, tetapi tidak hanya sekedar keluar rekomendasi dari pondoknya, jadi mereka di tes dengan membaca Al-Quran 30 juz yang di koreksi oleh tim ahli dibidang itu,” jelasnya.
Para peserta yang mengikuti seleksi beasiswa tahfidz Al-Quran tidak boleh salah dalam membaca sampai sebanyak lima belas kali pada saat di uji, maka apabila itu terjadi mereka dianggap tidak lulus, namun masih ada lagi kesempatan untuk ikut di tahun ajaran yang akan datang guna lebih giat belajar supaya apabila ikut tes kembali bisa mendapatkan nilai hasil sesuai yang telah ditetapkan.
“Ketentuan peserta tidak boleh salah lebih dari lima belas kali, jika sudah seperti itu mereka tidak lulus dan tidak akan mendapat beasiswa,” paparnya.
Beasiswa bagi para penghafal Al-Quran memang baru akan dilaksanakan pada tahun ajaran ini. Program tersebut baru pertama kalinya digelar oleh Perguruan Tinggi (PT) satu-satunya yang ada di ujung timur pulau garam. Sehingga dengan adanya program tersebut dapat bermanfaat sesuai harapan bersama.