Harga Sayuran dari Tingkat Petani di Lembang Naik Tiga Kali Lipat

JUMAT, 1 APRIL 2016
Jurnalis: Rianto Nudiansyah / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber foto: Rianto Nudiansyah

BANDUNG — Memasuki masa panen, petani sayuran di sentra perkebunan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) terkendala dengan intensitas hujan yang cukup tinggi. Akibatnya hasil panen berkurang dan harga sayuran melonjak hingga tiga kali lipat dari biasanya.
Petani sayuran di sentra perkebunan Lembang
Petani asal kampung Ciputri, Desa Langensari,  Kecamatan Lembang, Mena (35) menyampaikan, serangan hama juga menjadi salah satu kendala para petani. Bahkan ratusan tanaman lettuce rusak, tak dapat dipanen.
“Banyak yang gagal panen karena hujan. Seharusnya sekarang sudah masuk musim panen, tapi kualitasnya juga tidak memuaskan,” tutur Mena.
Untungnya dia menjual dengan sistem borongan. Tanaman lettuce yang kualitas rendah pun masih bisa terjual. Dari sekitar 17 ribu tanaman lettuce yang ditaman di lahan 2,5 hektar, ratusan diantaranya rusak.
“Biasanya harga lettuce hanya dijual Rp 3.000 per kilogram namun kali ini meningkat jadi Rp17.000,” ujarnya.
Tapi hanya lettuce, harga jual sejumlah komoditas sayuran lainnya pun ikut melambung. Dia menyebut, seperti buncis Rp 4000 per kg, kol Rp 3000 per kg, tomat Rp 10.000 per kg. Bahkan cabai merah Rp. 40.000 per kg.
“Jadi wajar kalau di tingkat pedagang sudah mahal karena adanya kelangkaan stok di pasar karena dampak cuaca ini,” katanya.
Agar tidak rusak, petani kerepotan harus rutin memberi obat tanaman. Seandainya tidak terus menerus hujan, dia menilai hasil panen akan lebih maksimal.
“Idealnya, 4 atau 5 hari panas dan 1 hari hujan. Kalau tanaman kepanasan tinggal disiram, tapi jika hujan terus, petani pasti kerepotan,” pungkas Mena.
Lihat juga...