Pertumbuhan Ekonomi dan Pendapatan per Kapita Sikka Meningkat

JUMAT, 1 APRIL 2016
Jurnalis: Ebed De Rosary / Editor: ME. Bijo Dirajo / Sumber foto : Ebed De Rosary

MAUMERE — Angka pertumbuhan ekonorm Kabupaten Sikka pada tahun 2015 diperkirakan sebesar 5 persen, meningkat 0,5 persen dari tahun 2014 Sebesar 4,5 persen. Sementara itu, pendapalan perkapita penduduk Kabupaten Sikka juga menunjukkan peningkatan setiap tahunnya, dimana tahaun 2014 pendapatan perkapita hanya sebesar 7,3 juta rupiah meningkat di tahun 2015 menjadi 7,8 juta rupiah.
Yoseph Ansar Rera saat membacakan LKPJ bupati Sikka tahun 2015 di rapat paipurna DPRD Sikka

Sementara itu untuk inflasi di kota Maumere, ibukota kabupaten Sikka tahun 2015 juga mengalami penurunan  sebesar 0,1 persen. Pada tahun 2014, angka inflasi mencapai 5,2 persen turun menjadi 5,1 persen pada tahun 2015. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku pada tahun 2015 mencapai 2,62 miliar rupiah mengalami peningkatan dari tahun 2014 yang hanya sebesar 2,52 miliar rupiah.

Hal ini disampaikan Bupati Sikka, Yoseph Ansar Rera dalam rapat paripurna II masa sidang II tahun 2016 DPRD kabupaten Sikka terkait LKPJ bupati Sikka tahun 2015 di gedung DPRD Sikka, Jumat (1/4/2016). 
Ditambahkan Ansar, kapasitas fiskal daerah kabupaten Sikka tahun 2015 sebesar 906,74 miliar rupiah meningkat dibandingkan tahun 2014 sebanyak 797.31 miliar rupiah.
Sementara itu, pendapatan asli daerah kabupaten Sikka beber Ansar target sebesar 78,754 miliar rupiah hanya tersealisasi sejumlah 77,455 miliar rupiah atau hanya sebesar 98,35 persen.Belanja daerah juga kata Ansar dari target 1,025 triliun rupiah hanya 894,849 miliar rupiah atau sebanyak 87,12 persen. Ansar mengakui pemerintah belum optimal mengimplementasikan APBD kabupaten Sikka tahun 2015.
“Pemerintah daerah tetap berupaya agar dapat meningkatkan kinerja pelaksanaan APBD guna pemenuhan kebutuhan masyarakat Nian Tanah Sikka tercinta dan pencapaian target-terget kinerja pemerintah daerah,” tegas Ansar.

Terkait investasi beber Ansar, untuk tahun 2015, perusahaan PMA menanamkan modal sebesar 13,4 juta dollar Amerika sementara PMDN sebesar 1.054 triliun rupiah. Terkait ketahanan pangan, beber Ansar, jaringan irigasi juga mengalami peningkatan dari 3.784,79 hektar tahun 2014 menjadi 3.884,79 hektar di tahun 2015.
“Meskipun banyak kemajuan yang dapat kita raih kita juga mengakui masih banyak permasalahan yang kita hadapi. Untuk itu saya mengajak kita semua bekerja keras, bekerja cerdas, bekerja tuntas  dan bekerja dengan ikhlas demi Nian Tanah Sikka,” pungkas Ansar.
Lihat juga...