JUMAT, 15 APRIL 2016
Jurnalis : Harun Alrosid/ Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber Foto: Harun Alrosid
SOLO — Tak perlu malu menjadi mantan narapida (napi) untuk tetap berkarya di tengah masyarakat. Hal inilah yang dilakukan Wahyu, salah satu mantan napi asal Klaten, Jawa Tengah, yang saat ini mulai merintis sebuah usaha dengan membuka warung jus, tepat di depan Lapas Klas IIB Klaten, yang merupakan lokasi strategis karena berada di tengah kota.
![]() |
| Pembukaan Onjail Juice |
Louncing usaha Jus yang diberi nama ONJAIL JUICE bekerjasama dengan Sahabat Kapas, salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang konsen terhadap pendampingan anak-anak Napi maupun mantan napi. Pada Jumat pagi (15/4/16) menjadi moment penting bagi survivor Wahyu, yang memulai membuka usahanya secara resmi dari pagi hingga sore hari, dengan gerobak Onjail Juice.
“Ide ini muncul pada penghujung tahun 2015, berawal dari kondisi ekonomi keluarga dan tekad bulat untuk bekerja halal, mendorong saya untuk memulai usaha dari kecil. Yakni, berjualan jus buah adalah pilihannya mengingat trend gaya hidup masyarakat saat ini yang lebih sadar kesehatan,” ujarnya dalam rilis yang diterima Cendana News, Jumat siang (15/4/2016).
Kasi Pembinaan Anak Didik dan Kegiatan Kerja (Binadik dan Giatja) Lapas Klas IIB KLaten, Eko Bekti Susanto, yang hadir dalam peluncuran usaha mantan napi itu mengatakan, pihaknya segaja memfasilitasi untuk memulai program pembinaan yang diberikan Sahabat Kapas. Adanya rogram membuka usaha bagi survival itu merupakan program lanjutan dari anak anak yang sudah keluar dari lapas Klaten, yang diteruskan dengan pembinaan di luar.
“Mudah mudahan ini sebagai langkah awal, paling tidak kita sering dengar hari hari ini lapas di seluruh Indonesia lagi disorot. Namun biarlah pada pagi ini kita memberitakan kegiatan yang positif, bahwa dibalik jeruji penjara embinaan kita, ada hal yang positif, yakni ada anak mantan napi membuka usaha yang halal, agar masyarakat tahu,” terangnya.
Sementara itu, Manager Program Sahabat Kapas, Febi Setyaningsih menambahkan, usaha ONJAIL JUICE tidak berhenti untuk Wahyu saja. Sederat anak-anak atau warga binaan lainnya yang tertarik usaha akan diberi bantuan difasilitasi. Menurutnya, dengan membeli satu gelas jus Onjail, sama halnya ikut berpartisipasi langsung membantu satu survival mewujudkan mimpinya.
“ Keberhasilan kami membutuhkan dukungan masyarakat dan pemerintah, karena bukan keuntungan materiil semata yang menjadi tujuan. Melainkan peningkatan kepercayaan diri survivor dan menghapus stigma negatif adalah misi yang dibawa,” tekannya.
Yang perlu ditegaskan, tambah Febi Setyaningsih, bahwa survivor mempunyai hak yang sama dengan anak-anak lainnya, untuk berkembang dan berkarya di tengah masyarakat.