Gubernur: Baru 20 Persen Sistem UNBK Diterapkan di Jabar

SENIN, 4 APRIL 2016
Jurnalis: Rianto Nudiansyah / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber foto: Rianto Nudiansyah

BANDUNG — Baru 20 Persen setingkat Sekolah Menengah Akhir (SMA) di Jawa Barat (Jabar), yang menerapkan sistem Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Yakni sekitar 113.166 siswa. 
.
Gubernur Jabar,  Ahmad Heryawan
“Naik 500 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sekarang 403 sekolah, dulu hanya 102 sekolah,” tutur Gubernur Jabar,  Ahmad Heryawan di SMAN 20 Bandung, Jalan Citarum Kota Kembang, Senin (4/4/2016).
Pria karib disapa Aher ini mengaku, mayoritas sekolah yang sudah menerapkan UNBK hanya di wilayah Kota. Dia berharap, juga dapat diterapkan pada sekolah yang berada di Pedesaan.
“Oleh karena itu perlu ada tahapan-tahapan supaya di kawasan-kawasan pedesaan, di Kabupaten juga bisa melaksanakan UN berbasis komputer,” katanya.
Menurut Aher, banyak keuntungan bila bisa memaksimalkan UNBK di Jabar. Salah satunya, agar soal ujian tidak bocor saat di Percetakan. Tak hanya itu, biaya operasional pun dapat ditekan apabila UNBK ini bisa diterapkan di seluruh sekolah yang ada di Jabar.
“Kita akan tingkatkan lagi mudah-mudahan tahun depan, targetnya 1.000 sekolah. Kalau sekarang kan 400 lebih,” katanya.
Orang nomor satu di Jabar ini tak menampik, pelaksanaan UNBK di ranahnya belum optimal. Mengingat kesediaan komputer yang masih terbatas di beberapa sekolah. Bahkan UN ada yang dibagi hingga tiga shift.
“Shift itu karena komputernya enggak cukup, jadi ada tiga shit kan. Kedepan kita targetkan sekolah-sekolah yang melaksanakan UN berbasis komputer itu satu shift,” harapnya.
Idealnya, dia katakan, setiap sekolah harus memiliki komputer sejumlah siswa yang akan mengikuti ujian. Demikian, waktu ujian para siswa tidak lagi dibagi-bagi.
Namun Aher mengklaim, seluruh siswa setara SMA di Jabar bisa mengikuti Ujian Nasional (UN), pada hari pertama, Senin (4/4).
“Jumlah siswa SMA dan SMK keseluruhannya di Jabar itu 538.404 dan semuanya ujian, belum ada berita dari 538.404 orang ini yang tidak bisa hadir,” paparnya.
Lihat juga...