Minim Prasarana, SMAN 1 Sumenep Tetap Optimis Laksanakan UNBK

SENIN, 4 APRIL 2016
Jurnalis: M. Fahrul / Editor: ME. Bijo Dirajo / Sumber foto: M. Fahrul
SUMENEP — Meskipun ketersediaan alat komputer yang dimiliki sekolah masih minim, tidak menyurutkan Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Sumenep, Jawa Timur untuk melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pada tahun 2016.
Achmad Fauzi, Wakil Bupati Kabupaten Sumenep saat memantau pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMAN 1 Sumenep
Meskipun baru pertama kalinya melaksakan ujian berbasis komputer ternyata tidak membuat para siswa peserta ujian merasa khawatir. Hal tersebut juga menimbulkan optimisi dari pihak sekolah maupun pemerintah daerah setempat.
“Walaupun ini baru pertama kalinya ketika dari sisi tehnologi persiapannya sudah matang, sekolah ini satu-satunya yang menggelar Ujian Nasional Berbasis Online di Wilayah Madura, tetapi untuk tingkat Sekolah Menengah Atas,” kata Achmad Fauzi, Wakil Bupati Kabupaten Sumenep, Senin (4/4/2016).
Disebutkan, untuk tingkat SMK hampir sekolah yang ada di Wilayah Madura memang kebanyakan sudah melaksakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), sehingga Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Sumenep ini perlu diapresiasi, karena dengan semangat mereka juga bisa menggelar ujian sistem online.
“Saya harap tahun depan semua sekolah tingkat SMA sudah bisa melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Sebab meski baru pertama kali ini nampaknya sudah berjalan cukup baik, sehingga dengan bertahap setiap tahun sekolah nantinya juga bisa melaksanakan ujian system online,” jelasnya.
Oleh karena itu pihaknya akan melakukan kordinasi dengan Dinas Pendidikan setempat untuk membahas ketersediaan komputer di sekolah-sekolah, sehingga kedepan sekolah yang ada di daerah ini secara keseluruhan bisa melaksanakan ujian berbasis komputer.
Sementara peserta Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) di Kabupaten Sumenep pada tahun 2016 secara keseluruhan sebanyak 11.710 siswa, diantaranya, Sekolah Menengah Atas (SMA) sebanyak 4.027 siswa di 64 lembaga, Madrasah Aliyah (MA) sebanyak 5.434 siswa di 144 lembaga, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebanyak 958 di lembaga, Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB) sebanyak 3 siswa di 1 lembaga dan Paket C sebanyak 1.288 siswa di 51 lemabaga.
Sedangkan sekolah yang melaksakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) sebanyak 2 lembaga, diantaranya satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebanyak 370 siswa dan Sekolah Menengah Atas (SMA) sebanyak 323 siswa.
Lihat juga...