SENIN, 18 APRIL 2016
Jurnalis : Harun Alrosid/ Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber Foto: Harun Alrosid
SOLO — Fosil Tengkorak Manusia Purba, jenis Homo Erektus kembali ditumukan di sungai Bojong, Desa Manyarejo, Kecamatan Plupuh, Sragen, pada 6 Februari 2016, dan baru dirilis Senin (18/4/2016) oleh Museum Sangiran, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.
![]() |
| Fosil tengkorak |
“Penemuan ini masuk kategori sangat penting, karena berupa tengkorak manusia,” ujar Kepala Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran Sukronedi kepada awak media.
Lebih lanjut Sukronedi menjelaskan, penemuan tengkorak manusia purban jenis homo erektus itu terakhir ditemukan pada 1967. Penemuan fosil tengkorak homo erektus itu merupakan homo erektus arkaik yang mirip dengan Sangiran 4 (S4), tipe arkaik yang paling tua yang hidup pada 1,5 juta hingga 1 juta tahun yang lalu.
“Karena penemuan ini sangat penting, perlu dilakukan penelitian mendalam oleh ahli Paleoantropologi,” terangnya.
Menurutnya, penemuan tengkorak homo erektus ditemukan oleh salah satu warga Desa Wiryorejo, Plupuh, Sragen. Tengkorak kepala itu ditemukan di Sungai Bojong, yang saat itu yang bersangkutan tengah menggarap sawah. Penemuan itu melengkapi sekitar 100-an tengkorak manusia purba yang ada di musum yang baru direvitalisasi pada 2007 tersebut.
Adanya penemuan itu, pihak museum memberikan penghargaan bagi warga yang turut membantu museum dalam melakukan pengembangan Sangiran. Apresiasi berupa uang pembinaan, piagam penghargaan, dan namanya dicantumkan dalam etalase di Museum Sangiran.