Direktur Kemahasiswaan Unpad Minta Beasiswa Supersemar Hidup Lagi

SENIN, 11 APRIL 2016
Jurnalis: Rianto Nudiansyah / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber foto: Rianto Nudiansyah

BANDUNG — Direktur Kemahasiswaan Universitas Padjadjaran (Unpad), Herryawan K.M, meminta beasiswa Supersemar dihidupkan lagi. Mengingat, sejak 17 Desember 2015 lalu,  sekitar 20.000 mahasiswa tak lagi menerima beasiswa sebesar Rp. 220 ribu perbulan itu.
Direktur Kemahasiswaan Universitas Padjadjaran (Unpad), Herryawan K.M
Berdasarkan amar putusan MA Nomor 140 PK/Pdt/2015 Tahun 2015, seluruh aktivitas pemberian beasiswa telah dihentikan. Selaku eksekutor, Kejaksaan dan Pengadilan Jakarta Selatan pun meminta Yayasan Supersemar mengganti kerugian sebesar Rp. 4,4 triliun ke negara.
“Harapan kami jangan sampai program yang sudah baik ini terpengaruh oleh kegiatan politik. Sesungguhnya, para mahasiswa ini tidak tahu apa-apa, yang mereka inginkan adalah hanya menuntut ilmu dan belajar dengan baik,” ujar Herrywan, di Graha Sanusi, Universitas Padjadjaran, Jalan Dipatiukur, Kota Bandung, Senin (11/4/2016).
Menurutnya, banyak masyarakat kita yang bersemangat menutut ilmu.  Namun karena segi ekonomi kurang mendukung, akhirnya urung untuk meneruskan pendidikan ke tingkat perguruan tinggi.
“Beasiswa Supersemar ini salah satu yang bisa memberikan harapan untuk bisa mengembangkan diri. Sehingga mereka dapat ilmu yang lebih,” katanya.
Herryawan paham betul, bahwa beasiswa Supersemar ini adalah jawaban bagi masyarakat kurang mampu. Sebab, dia pun bisa menuntaskan pendidikan di Unpad lewat jalur ini.
“Saya juga sangat terasa, dimana kita punya kegiatan tapi di satu sisi kemampuan finansial tidak bisa menunjang,” ucapnya.
Lebih lanjut, memang perguruan tinggi berinisiatif turut membantu, meringankan beban finansial mahasiswa. Namun jika kondisinya beasiswa Supersemar diberhentikan di tengah jalan, diyakininya, akan membuat mahasiswa binggung.
“Sedangkan pendidikan kan harus tetap berjalan, itu puluhan ribu (mahasiswa) itu sekarang dalam kondisi yang ‘mengambang’. Keselamatan mereka untuk mendapatkan pendidikan itu sangat tergantung dari (beasiswa) Supersemar,” pungkasnya.
Lihat juga...