Curah Hujan Tinggi Sebabkan Buah Kakao Busuk Sebelum Tua

SABTU, 30 APRIL 2016

LAMPUNG — Intensitas hujan yang cukup tinggi selama hampir tiga bulan terakhir di wilayah Provinsi Lampung berdampak pada sektor perkebunan kakao. Petani mengaku merugi akibat buah banyak yang busuk, diserang jamur bahkan bunga gugur sebelum berbuah.
Buah yang busuk sebelum tua
Salah seorang petani buah kakao di Desa Kekiling Kecamatan Penengahan Lampung Selatan, Marlan menyebutkan, dari sekitar 500 batang, 40 persennya mengalami busuh buah sebelum tua.
“Saya mulai rajin melakukan penyemprotan pada buah sebelum terserang pembusukan namun adanya faktor curah hujan tinggi mengakibatkan pembusukan tak terhindarkan,”terang Marlan kepada Cendana News, Sabtu (30/4/2016).
Ia mengungkapkan, berbagai langkah telah ia lakukan termasuk mengikuti instruksi petugas penyuluh pertanian untuk menanggulangi pembusukan buah dengan metode penyemprotan, namun hal itu tidak juga berhasil.
“Upaya sudah saya lakukan namun tetap saja tidak berhasil karena sebagian tanaman kakao memang sudah terserang cukup parah dan tak bisa diselamatkan,”ungkapnya.
Ia mengakui curah hujan yang terlalu tinggi pada tahun ini membuat dirinya dan para petani kakao lainnya tidak bisa berharap banyak. Karena selain buahnya membusuk, buah kakao menjadi tidak terlalu lebat. Ditambah lagi, buah mengalami kerontokan, baik yang sudah tua maupun yang masih muda.
Namun dia berharap, mudah-mudahan dalam minggu-minggu kedepan ini, curah hujan mulai dapat berkurang. Sehingga sinar matahari dapat terserap batang kakao, agar buah kakao yang masih tersisa dapat dipanen sesuai dengan harapan.
”Cara yang kami lakukan saat ini melakukan pembersihan lahan untuk mengurangi tanaman lain tertular pembusukan yang diantaranya diakibatkan jamur dampak dari kelembaban yang cukup tinggi,” katanya.
Marlan juga berharap, Pemerintah Daerah, khususnya Dinas Perkebunan Kabupaten Lampung Selatan dapat melakukan langkah pemberian bantuan kepada para petani kakao dengan obat obatan pencegah hama penyakit untuk mengatasi penyakit busuk buah pada tanaman kakao petani.
Sementara itu terkait kerugian petani Kakao di wilayahnya, Kepala Desa Kekiling Kecamatan Penengahan, Idham Husni menyebutkan, telah menyampaikan kendala yang dialami pekebun kakao  desanya kepada pihak penyuluh pertanian dan perkebunan. 
“Saya sudah berkoordinasi dengan penyuluh pertanian kecamatan agar persoalan petani kakao bisa dicarikan solusi terbaik terutama untuk pencegahan agar tak mengakibatkan kerugian cukup besar bagi petani,”terangnya.
Penyuluh pertanian Kecamatan Penengahan, Wagimin mengaku terjadinya busuk buah kakao akibat curah hujan yang tinggi. Bahkan, menurut dia, pihaknya telah melaksanakan program Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Dimana langkah awal program ini, pertama pangkas daun supaya buah kakao terkena sinar matahari dan masuknya udara, dan kedua membuat saluran air sehingga air hujan tidak mandek dilingkungan pohon kakao, dan yang ketiga membersihkan kotoran yang ada dilingkungan tersebut.
Disamping itu, jelasnya, jika terdapat dalam pohon buah kakao yang terserang penyakit busuk buah, maka itu harus segera diambil. Sebab ia menegaskan apabila tidak segera diambil, maka penyakit tersebut akan dengan cepat menular pada buah yang lainnya.
Tidak hanya itu, lanjut Wagimin, cara lain menanggulanginya, yakni setelah buah kakao yang terserang penyakit busuk buah diambil, sesegera mungkin dibakar.
”Sebab kalau ditimbun dan tidak segera dibakar, maka masih saja akan menular dengan buah yang lain. Karena penyakit tersebut sangat luar biasa,” imbuhnya.
Secara gamblang ia menjelaskan, musim penghujan hanyalah salah satu faktor penyebab penurunan produktifitas tanaman kakao. Sementara hama penting yang sering menyerang tanaman kakao diantaranya adalah Penggerek buah kakao (PBK), Kepik penghisap buah kakao (Helopeltis), Penggerek batang/cabang (Zeuzera coffeae), Tikus dan tupai/bajing dan penyakit penting kakao diantaranya yaitu Vascular streak dieback (VSD), Busuk buah, Kanker batang, Antraknose, Jamur akar, Jamur upa.[Henk Widi]
Lihat juga...