APJ Desak Anggota DPRD Jabar Batalkan Pengadaan Mobil Mewah

JUMAT, 8 APRIL 2016
Jurnalis: Rianto Nudiansyah / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber foto: Rianto Nudiansyah

BANDUNG — Puluhan pendemo dari Aliansi Peduli Jawa Barat (APJ) datangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) di  Jalan Diponogoro, Kota Bandung, Jumat (8/4/2016). Massa yang terdiri dari seniman jalanan dan komunitas lainnya ini menolak pengadaan pembelian mobil mewah, yang diperuntukan untuk anggota dewan. 
Dialog Massa dengan anggota dewan
Seperti diketahui, ada rencana 95 unit mobil sekelas Toyota Fortuner akan dipinjam-pakai untuk anggota DPRD Jabar. Mobil mewah ini akan menggantikan mobil dinas sebelumnya, yakni Toyota Rush.
“Kami menyatakan sikap lebih baik dananya digunakan untuk masyarakat kecil, dan menciptakan lapangan kerja untuk para pengangguran,” tutur koodonator aksi, Hendra Krisdiana.
Disebutkan, pembelian mobil mewah merupakan pukulan berat bagi masyarakat Jabar. Harusnya, anggota dewan lebih peka melihat kondisi masyarakat saat ini, yang masih menghadapi situasi ekonomi labil.  
“Potret kemiskinan terjadi dimana-mana. Pemberitaan gizi buruk, korban banjir masih mewarnai. Tentu ini akan ironis,” ucapnya.
Berdasarkan pantauan Cendana News, aksi yang dijaga ketat oleh petugas keamanan dari pihak Kepolisian ini berjalan tertib. Tampak pula salah seorang pendemo menyanyikan lagu milik Iwan Fals ‘Surat Buat Wakil Rakyat’. Akhirnya massa pun ditemui oleh seorang perwakilan dari anggota DPRD Jabar juga fraksi dari partai Nasional Demokrat (NasDem), yakni M. Iqbal.
M. Iqbal menyebutkan, partainya menolak pengadaan mobil mewah tersebut, walaupun sifatnya hanya pinjam-pakai. Menurutnya, lebih baik dana pengadaan mobil mewah digelontorkan untuk penyelengaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX Jabar 2016. Hal ini lebih ideal, mengingat adanya reaksi dari masyarakat, setelah adanya pemotongan 50 persen dana desa untuk hajat olahraga empat tahunan tesebut.
“Sehingga disikapi oleh partai kami kenapa tidak ngambil dari pengadaan dari kendaaraan saja dulu, tidak ngambil dari dana desa untuk PON,” ujar Iqbal. 
Lihat juga...