Aktivis Nilai Warga di Pinggiran DAS Masih Kurang Peduli Lingkungan

SABTU 16 APRIL 2016
Jurnalis: Zulfikar Husein / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber foto: Zulfikar Husein

ACEH — Penduduk yang berada di pinggiran Daerah Aliran Sungai (DAS) Jambo Aye, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara, Aceh, dianggap belum begitu peduli lingkungan. Terlebih kaum hawa yang dianggap masih ‘cuek’.
Leila, Aktivis Perempuan
“Kaum perempuannya masih cuek, masih belum banyak yang ikut peduli dengan lingkungan, mereka hidup dengan apa adanya, belum peduli pada kelanjutan atau keberlangsungan daerah aliran sungai itu sendiri,” ujar Leila, Aktivis Perempuan yang juga tinggal di kawasan DAS Jambo Aye, kepada Cendana News, Sabtu (16/4/2016).
Leila melanjutkan, saat ini, kondisi DAS kian memprihatinkan. Bukan hanya pencemaran air oleh sampah dan limbah rumah tangga, namun sejumlah daerah di kawasan DAS Jambo Aye tersebut mulai abrasi.
Beberapa rumah bahkan, kata Leila, hampir jatuh dan dibawa oleh arus sungai. Namun, katanya warga disana, belum begitu peduli. Kondisi tersebut menurut Leila disebabkan karena warga disana sibuk mencari nafkah sehari-hari.
“Rata-rata warga disana miskin, berpenghasilan kecil, jadi setiap hari mereka sibuk, mencari rejeki, mencari uang hingga tak sempat peduli pada keadaan lingkungan DAS. Kondisi ekonomi mereka membuat mereka cuek,” katanya.
Padahal selama ini, tambah Leila, warga sekitar menggunakan air sungai tersebut untuk kebutuhan sehari-hari. Katanya, warga mandi, mencuci, bahkan hingga menggunakan air sungai tersebut untuk dimasak dan diminum. Selain itu, kawasan DAS juga sering digunakan sebagai lokasi pemancingan. Namun, perilaku buang sampah sembarangan masih terus dipraktikkan di sana. Menurut Leila, warga disana butuh sosialisasi dan pemahaman tentang merawat lingkungan. 
“Penting sekali, mereka butuh pengetahuan tentang DAS, tentang lingkungan, tidak hanya memanfaatkannya, namun merawatnya,” pungkas Leila.
Lihat juga...