RABU, 27 APRIL 2016
JAKARTA — Gubernur Daerah Khusus Ibukota (DKI), Basuki Thahaja Purnama memenuhi undangan menghadiri Rapat Terbatas (Ratas) di Istana Negara yang dipimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo. Rapat tersebut akan membahas tentang reklamasi rencana pembangunan mega proyek Giant Sea Wall dan Nacional Capital Integrated Development (NCID).
“Hanya menghadiri rapat membahas reklamasi terkait rencana pembangunan proyek Giant Sea Wall dan NCID, Giant Sea Wall adalah Dam Raksasa yang dibangun di kawasan Pantai Utara Jakarta atau Teluk Jakarta, untuk mencegah terjadinya banjir akibat meluapnya air laut pasang, namun hal ini tidak terkait dengan reklamasi 17 pulau,” demikian dikatakan Ahok di Gedung Balai Kota, Rabu (27/4/2016).
“Yang dipanggil ke Istana Negara bukan hanya saya saja, Gubernur Banten, Rano Karno dan Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar juga dipanggil secara bersamaan. NCID adalah tanggul laut raksasa yang rencananya akan dibangun di Teluk Jakarta, atau tepatnya di sebelah utara 17 pulau yang ada di Teluk Jakarta,” terangnya .
Namun Ahok juga tidak menampik adanya kemungkinan rapat di Istana Negara tersebut akan membahas kembali tentang reklamasi 17 pulau yang sempat dikerjakan oleh beberapa pengembang perumahan nasional tersebut. Walaupun Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mencapai kata sepakat untuk sementara waktu menghentikan reklamasi tersebut.(Eko Sulestyono)