Penyedia Jasa Kapal Klotok di Balikpapan Terancam Kehilangan Pendapatan

SELASA, 15 MARET 2016
Jurnalis : Ferry Cahyanti/ Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber Foto: Ferry Cahyanti

BALIKPAPAN — Rencana pembangunan jembatan Nipah Nipah – Melawai menjadi kekhawatiran tersendiri bagi penyedia jasa kapal klotok di Pelabuhan rakyat kawasan Kampung Baru Kota Balikpapan. 
Pelabuhan penyebrangan Kampung Baru Balikpapan ke Kabupaten Penajam Paser Utara
“Kalau jembatan sudah jadi, pastinya yang naik kapal klotok untuk menyebrang ke kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) akan turun. Sekarang saja sudah turun,” kata Ifa yang melayani penjualan tiket kapal klotok di Kampung Baru kawasan Balikpapan Barat.
Menurutnya, saat ini penumpang yang naik kapal klotok untuk menyebrang turun hingga 50 persen jika diakumulasikan sejak tahun 2013 lalu. Adapun armada yang beroperasi sebanyak 44 armada. 
“Sepanjang tiga tahun terakhir dalam perhari hanya 300 penumpang. Malah sekarang hanya 150 penumpang. Padahal sebelum tahun 2013 bisa mencapai 400 penumpang seharinya,” celetuknya disela aktivitasnya.
Ifa mengatakan, kemungkinan turunnya ini karena aktivitas tambang berkurang dan ini sangat prihatin. Apalagi tahun ini Pemerintah Kabupaten PPU akan memulai pembangunan jembatan. 
“Katanya tidak lama lagi akan dibangun jembatan. Tapi tidak tahu juga,” tandasnya.
Kekhawatiran turunnya jumlah penumpang dan kehilangan sumber mata pencaharian juga dikemukan pemilik kapal klotok, Rusli. Menurutnya, selama ini untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mengandalkan dari kegiatan angkutan penumpang klotok.
“Saya bahkan tidak tahu harus kemana dan akan dikemanakan kapal kalau tidak menarik lagi,” keluhnya.
Ia mengatakan, kegiatan klotok menjadi pendapatannya sejak tahun 2007 lalu. Dalam sehari rata-rata memperoleh pendapatan Rp.200 ribu, dan apabila ramai bisa lebih dari itu.
Rusli berharap pembangunan jembatan itu juga memberikan dampak positif pada pengelola jasa kapal klotok.
Lihat juga...