Pemadaman Hingga 10 kali Sehari, Warga Kalbar Keluhkan Pelayanan PLN

MINGGU, 20 MARET 2016
Jurnalis: Aceng Mukaram / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber foto: Aceng Mukaram

PONTIANAK — Pasokan energi listrik di sejumlah kabupaten kota di Provinsi Kalimantan Barat, semakin mengkawatirkan. Di Kabupaten Sekadau misalnya, dalam sehari bisa mati hingga 10 kali lamanya. 
“Sehari 10 kali pemadaman di Kabupaten Sekadau. Saya harus beli solar 50 liter setiap bulan,” kata warga Kabupaten Sekadau, F Dillah, ketika dihubungi, Sabtu (20/3/2016).
Sementara itu, di Kabupaten Sanggau, pemadaman listrik juga dirasakan. Warga mengaku merugi karena alat-alat elektronik banyak rusak.
“Kulkas, TV, dan kipas angin saya rusak gara-gara mati listrik dalam sehari 8 kali,” ujar warga Kabupaten Sanggau, Venny Humaira.
Sementara di Ibukota Provinsi Kalimantan Barat, Pontianak, pemadaman listrik juga terjadi, seperti di Masjid Raya Mujahidin Pontianak.
“Mati lampu sudah dua jam. Lagi ada acara khataman Al –Quran. Gang sebelah lagi tahlilan,” kata warga yang tinggal di Jalan Dharma Putra, Kelurahan Siantan Hilir, Kecamatan Pontianak Utara, Kota Pontianak, bernama Syamhudi.
Menjawab keluhan masyarakat, Humas PLN Wilayah Kalbar, Hendra menyebutkan, pemadaman hanya di sebagian Kota Pontianak. Namun untuk keseluruhan dia mengatakan tidak mendapatkan informasi karena sedang berada di luar daerah.
Lihat juga...