Wair Nokerua, Jejak Santo Fransisikus Xaverius di NTT

MINGGU, 20 MARET 2016
Jurnalis: Ebed De Rosary / Editor: ME. Bijo Dirajo / Sumber foto : Ebed De Rosary

MAUMERE — Wair Nokerua atau air suci dipercaya masyarakat setempat sebagai pertanda bahwa Santo Fransisikus Xaverius pernah menginjakkan kakinya di daerah itu. Konon pada tahun 1546, dalam pelayaran melewati laut Flores, kapal yang ditumpangi St Fransiskus Xaverius kehabisan air minum. Mereka lalu menuju ke daratan Flores untuk mencari air minum.
Ujung tebing pasir putih menuju gua tempat Wair Nokerua berada
Yohanes Koko (71) warga Kolisia mengisahkan, ada zaman dahulu  ada seorang penyebar agama Katolik bernama St. Fransiskus Xaverius bersama rombongannya hendak menyebarkan agama di pulau Flores.
Pada saat itu mereka berlayar melewati pantai Alok Matang ( pantai Nangarasong sekarang ) persediaan air di kapal mereka habis. Fransiskus memerintahkan anak buahnya untuk menepi ke pinggir pantai. 
Wair Nokerua, air yang keluar melalui gua di tebing batu cadas
Santo Fransiskus Xaverius turun dan memperhatikan keadaan pesisir pantai yang terdapat sebuah bukit yang gersang dan dalam bukit itu terdapat beberapa buah gua yang mungkin digunakan masyarakat sekitar untuk beristirahat. Fransiskus lalu berjalan menuju salah satu gua dan ia membuat suatu mujizat. 
“Ia berdoa lalu menengadah ke langit dan mengetuk batu dalam gua itu sebanyak tiga kali. Dari dalam gua seketika mengalir air yang sangat jernih dan membuat masyarakat setempat yang datang dan ikut menyaksikan merasa senang dan terheran–heran “ jelas Yohanes.
Gugusan atol di pantai Wairnokerua berbentuk cembung seakalan melindungi pantai Wair Nokerua dari terjangan gelombang
Masyarakat menyebut Fransiskus orang suci dan sakti. Setelah air tersebut mengalir, Santo Fransiskus bersama rombongannya dan masyarakat meminum air ajaib itu dan mengisi tong–tong di kapal mereka hingga penuh.
Sebelum meninggalkan masyarakat, Santo Fransiskus juga membaptis orang-orang Alok Matang. 
Gua di gugusan bebatuan namun hanya Wair Nokerua yang mengeluarkan air
Selepas itu Fransiskus, berjalan melanjutkan perjalanan menuju pulau Babi menyusuri pulau Flores ke arah timur dan kembali melewati pantai selatan dan merapat di Bola serta Sikka dan menyebarkan agama disini.
Wair Nokerua terletak lebih kurang 15 kilometer arah barat Kota Maumere yang dapat dijangkau dengan menumpang angkutan pedesaan menuju Magepanda dari Taman Kota atau dengan mengendarai kendaraan bermotor.
Bukit batu di Wair Nokerua dengan rerumputan yang mengering
Menyusuri jalan negara Trans Utara Flores, akan tiba di desa Kolisisa kecamatan Magepanda. Dari dusun Nangarasong perjalanan dapat ditempuh dengan berjalan kaki atau mengendarai sepeda motor menyusuri jalan setapak berdebu sejauh  500 meter ke arah utara. Pengendara motor harus berhati–hati karena melewati jalan sempit di tepi sawah dan berbatu. 
Lihat juga...