SELASA, 1 MARET 2016
Jurnalis : Henk Widi / Editor : ME. Bijo Dirajo/ Sumber Foto: Henk Widi
LAMPUNG — Pasca hujan intensitas sedang yang turun di Lampung Selatan terutama di wilayah Kecamatan Penengahan, beberapa lahan pertanian berupa sawah serta saluran irigasi ambrol. Sebagian lahan pertanian yang menunggu saat panen di sepanjang aliran sungai Way Asahan bahkan tercabut dan hanyut, sementara sebagian rata dengan tanah.
![]() |
| Padi yang rusak akibat banjir |
Salah satu pemilik lahan padi di Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan Lampung Selatan, Marjio (54) menyebutkan, kerusakan padi siap panen tersebut terjadi akibat lahan sawahnya berada di dekat saluran irigasi dan sungai. Saat hujan terjadi pada Senin malam (29/2), pagi harinya ia menjumpai padi sawahnya sudah roboh.
Selain roboh akibat terjangan banjir, di beberapa petak sawah milik petani sebagian tertimbun material pasir, sampah serta tercerabut dan terbawa aliran sungai Way Asahan. Padi yang roboh menurut petani masih bisa dipanen meski akan mengalami penyusutan hasil panen sekitar 25 persen, namun sebagian padi yang terendam material pasir dan sampah oleh petani terpaksa dibiarkan.
“Sorenya kami masih sempat menghalau hama burung pipit yang menyerang padi kami, paginya kami lihat padi yang kami miliki roboh diterjang angin dan air sungai yang meluap ke sawah,”ungkap Marjio kepada Cendana News, Selasa (1/3/2016).
Petani lain Sumini (45) juga menyebutkan, terjangan banjir mengakibatkan tanaman di beberapa petak sawah miliknya roboh. Ia mengaku robohnya tanaman padi miliknya selain mengurangi produktifitas padi juga menyulitkan saat masa panen yang masih akan berlangsung sekitar dua pekan ke depan.
“Padi yang kami miliki memang sudah sebagian menguning dan masak, namun hujan tanpa henti yang terjadi sepanjang malam membuat padi roboh karena air irigasi dan sungai yang meluap,”ungkap Sumini.
Disebutkan, terendam air sungai mengakibatkan padi bisa berkecambah dan tidak bisa dipanen. Beberapa cara dilakukan diantaranya dengan menegakkan padi yang sudah roboh namun luasnya area terkena terjangan banjir membuat Sumini harus mengikhlaskan sebagian padi miliknya roboh.

Belum jelas berapa nilai kerugian yang diderita para petani setempat, namun sebagian lahan pertanian yang berada di pinggir aliran sungai semua hancur tidak bisa dipanen. Selain tanaman padi beberapa lahan pertanian jagung di aliran sungai Way Asahan pun sempat roboh dihantam aliran air.