KJS Salurkan Ilmu Jurnalistik pada Siswa SMPN 1 Dasuk

SELASA, 22 MARET 2016
Jurnalis: M. Fahrul / Editor: Fadhlan Armey / Sumber foto: M. Fahrul

SUMENEP — Mengembangkan bakat menulis, siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Dasuk, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur mendapatkan pelatihan jurnalistik dari Komunitas Jurnalis Sumenep (KJS). 
Diklat jurnalistik
“Ya kami senang bisa mengikuti pelatihan jurnalistik, karena selama ini kami tidak pernah tahu tentang ilmu tulis menulis itu, sehingga dengan kegiatan ini dapat menambah wawasan kita,” kata Nur Arisa Tri Asmara, salah satu siswa kelas VII, Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Dasuk, Kabupaten Sumenep, Selasa, (22/3/2016).
Disebutkan, kegiatan pembekalan ilmu jurnalistik tersebut sangat menyenangkan, sebab sudah bisa mengetahui jurnalistik dan diharapkan dapat menambah wawasan serta pengetahuan diluar mata pelajaran yang biasa dipelajari dalam setiap harinya.
“Bahkan dalam kegiatan ini kami bisa tahu cara membuat sebuah berita, kan langsung ada praktek setelah selesai penyampain materi,” jelasnya.
Menurutnya, materi jurnalistik yang disampaikan dalam kegiatan ini membuat siswa semakin lebih memahami cara menulis sebuah berita maupun karya ilmiah.
Sementara Yulianti, Pembina Organisasi Siswa (OSIS) SMPN 1 Dasuk, mengatakan, bahwa tujuan menggelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) ilmu jurnalistik guna memberikan bekal ilmu yang dapat menambah wawasan tentang jurnalistik, karena secara kemampuan para siswa tersebut sudah memiliki, hanya tinggal ditambah bekal ilmu supaya benar-benar memahaminya.
“Nantinya sekolah ini berencana akan membuat majalah, sehingga yang ikut pelatihan ini akan menjadi timnya, sehingga mereka harus terlebih dahulu dibekali ilmu jurnalistik,” jelasnya.
Ia yakin, siswa memiliki kemampuan dalam menulis, namun secara teori jurnalistik mereka masih belum memiliki. Dengan bekal yang diberikan kali ini akan menjadi penunjang dalam menyempurnakan cara siswa menulis sebuah karya sesuai kaidah jurnalistik.
Selain memberikan teori dan praktek membuat sebuah berita, kegiatan tersebut juga merupakan bentuk kaderisasi jurnalistik yang perlu ditanamkan sejak dini, sehingga para siswa tersebut kemudian hari ketika ingin terjun ke dunia jurnalistik tidak akan kebingungan, sebab mereka sudah memiliki bekal sejak masih menjadi siswa.
“Ini adalah bentuk kaderisasasi dan upaya untuk mencetak calon jurnalis, sehingga mereka juga diberikan pemahaman tentang kode etik jurnalistik,” tutur Abd. Rahem, Ketua Komunitas Jurnalis Sumenep (KJS) usai memberikan materi kepada siswa.
Lihat juga...