Hujan Deras Disertai Angin Robohkan Kandang Ternak dan Tanaman Warga

JUMAT, 11 MARET 2016
Jurnalis : Henk Widi / Editor : ME. Bijo Dirajo/ Sumber Foto: Henk Widi 

LAMPUNG — Hujan deras disertai angin sejak pagi menumbangkan puluhan pohon di Desa Pasuruan Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan Provinsi Lampung. Akibatnya warga harus melakukan pemotongan dahan dahan pohon yang tumbang dan sebagian roboh mengenai rumah warga. 
Tanaman warga yang roboh akibat hujan yang disertai angin kencang
Salah satu warga yang membersihkan pohon tumbang di depan rumahnya, Ipul mengaku hujan deras disertai angin kencang mengakibatkan pohon mangga di depan rumahnya tumbang dan nyaris menimpa garasi mobil. 
“Sempat mengalami baret sedikit namun beruntung pohon mangga yang tumbang tidak mengenai mobil yang ada di dalam garasi dan saya langsung panggil tukang gergaji untuk memotong pohon lain,”ungkap Ipul kepada Cendana News, Jumat (11/3/2016).
Dampak angin kencang yang bersamaan dengan hujan lebat mengakibatkan pohon tumbang menimpa kandang ternak milik warga lain. Legimin, salah satu warga terpaksa kehilangan seekor ternak kerbau dari empat ekor yang dimilikinya. Akibat tak kuat menahan pohon tumbang kerbau miliknya mengalami patah tulang pada bagian punggung dan kaki. Empat ekor kerbau sebagian berada di kandang dan sebagian di luar kandang saat peristiwa pohon tumbang.
“Kejadiannya pagi tadi sempat terdengar suara benturan keras saat hujan dan ternyata kandang ternak kerbau saya tertimpa pohon dan salah satu kerbau milik saya tertimpa pohon bayur,”ungkap Legimin.
Kerbau tertimpa pohon bayur yang tumbang tersebut menurut Legimin tak akan hidup normal sehingga akhirnya ia bersama warga lain terpaksa memotongnya. Bahkan sebagian warga membantu memperbaiki kandang kerbau dan bagian dapur rumah Legimin yang tertimpa pohon dan sebagian menyingkirkan dahan dahan pohon yang roboh. Akibat peristiwa tersebut Legimin mengaku mengalami kerugian jutaan rupiah.
“Kalau dikalkulasi memang sekitar jutaan karena harga satu ekor kerbau milik saya berkisar lima juta belum termasuk biaya perbaikan kandang dan juga dapur nanti yang harus diganti genteng baru,”ujar Legimin.
Sebelum kerbau di sekitar kandang miliknya tertimpa pohon roboh, ia mengaku awan hitam pekat yang datang disusul dengan hujan lebat dan angin kencang. Tak lama berselang, pusaran angin menerjang pohon dan sejumlah pohon yang mengakibatkan dapur warga dan ternak tertimpa pohon.
Tak hanya rumah warga, kandang ternak, ternak yang mati akibat tertimpa pohon, hujan lebat disertai angin kencang juga mengakibatkan lahan pertanian milik warga di desa tersebut roboh. Warga mengaku robohnya tanaman padi tersebut akan mengakibatkan kesulitan saat panen.
“Hujan sangat lebat disertai angin mengakibatkan tanaman padi yang sekitar tiga hari kami panen roboh, jadi susah nanti saat panen menggunakan sabit,”ungkap Marjio, salah satu petani di desa tersebut.
Ia berharap hujan segera reda sehingga panen segera bisa dipercepat, sebab jika tak cepat dipanen tanaman padi yang sudah terlanjur roboh akan terendam air dan berkecambah.
Lihat juga...