Antisipasi Cuaca Buruk di Selat Sunda, Dua Kapal Tunda Disiagakan

JUMAT, 11 MARET 2016
Jurnalis : Henk Widi / Editor : ME. Bijo Dirajo/ Sumber Foto: Henk Widi 

LAMPUNG — Kondisi perairan di Selat Sunda yang membahayakan keselamatan kapal penumpang jenis roll on roll off (Roro) membuat pihak PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) menyiagakan sebanyak dua unit kapal tunda (tug boat) yang berguna untuk mengantisipasi gagal sandar kapal di dermaga Pelabuhan Bakauheni maupun Pelabuhan Merak di lintasan Selat Sunda. 
Kapal tunda yang disiagakan di Pelabuhan Bakauheni
Manager operasional PT ASDP cabang Bakauheni, Heru Purwanto mengungkapkan, kondisi perairan di Selat Sunda dalam beberapa hari terakhir mengalami perubahan meski masih aman untuk pelayaran kapal penumpang. Hal tersebut perlu menjadi perhatian serius dari nahkoda.
“Meski ada alat canggih untuk memantau kondisi perairan namun semua nahkoda tetap harus melakukan koordinasi dengan pihak syahbandar dan stasiun kontrol kapal yang ada di pelabuhan,”ungkap Heru kepada Cendana News di Lampung, Jumat (11/3/2016).
Tak hanya cuaca, kondisi moveable bridge (MB) atau jembatan dari dermaga menuju kapal yang dilalui kendaraan di dermaga IV pelabuhan Bakaueni saat ini sedang mengalami masalah, terutama di bagian alat hidrolik, sehingga kapal kapal yang bersandar mengalami kesulitan. 
Ia mengungkapkan tim tekhnik sedang melakukan perbaikan agar aktifitas kapal kapal yang bersandar di dermaga tersebut masih bisa berjalan dengan normal. Selain sarana MB, beberapa vender di dermaga IV sedang dalam tahap perbaikan setelah mengalami kerusakan.
“Secepatnya akan diperbaiki untuk mengganti bantalan jembatan dari dermaga ke kapal sehingga tidak membahayakan pengguna jasa,”ungkap Heru Purwanto.
Kondisi perairan Selat Sunda yang saat ini berubah ubah saat siang dan malam hari menurut Heru belum membahayakan pengguna jasa pelayaran. Hal tersebut dibuktikan dengan belum adanya tindakan untuk mengurangi jumlah kapal yang beroperasi di lintasan Selat Sunda. 
Heru menjelaskan, untuk tetap menjamin kenyamanan pengguna, ASDP pun selalu melakukan koordinasi tanpa putus dengan pihak Syahbandar, nahkoda dan Tim SAR (Search and Rescue) ASDP Merak.
Sementara itu komandan Tug Boat TB Merak, Susilo Prayitno, dan komandan TB Jalak, Radmiadi mengungkapkan, dua kapal tunda selalu disiagakan jika sewaktu waktu diperlukan. 
Kesiapan kedua kapal tunda sekaligus kapal penarik termasuk alat alat keselamatan dilakukan mengingat beberapa insiden kecelakaan di laut masih berpotensi terjadi terutama akibat faktor cuaca dan kelalaian manusia.
“Kesiapan personil dan armada kapal penyelamat selalu kita cek terutama pada kondisi cuaca yang tak bersahabat dimana kapal harus memerlukan bantuan kapal tunda,”ungkap Susilo Prayitno.
Kapal TB Merak selalu siap siaga untuk melakukan proses pemanduan pada saat cuaca ekstrim dengan gelombang tinggi dan angin kencang yang mengakibatkan kapal mengalami susah sandar dan bermanuver. Sebanyak 7 kru kapal TB Merak selalu siaga di perairan Selat Sunda.
Pantauan Cendana News di sejumlah wilayah Lampung Selatan hujan deras dengan sebagian disertai angin kencang mengakibatkan aktifitas masyarakat terganggu. 
Sementara kondisi perairan di Selat Sunda sesuai informasi dari Stasiun Meteorologi Maritim yang terpasang di loby masuk pembelian tiket penumpang, cuaca perairan Selat Sunda berawan tebal dengan kecepatan angin di Selat SUnda bagian utara mencapai 4-15 knot dan tinggi gelombang mencapai 0,25-2 meter. Selat Sunda bagian selatan kondisi cuaca berawan tebal dengan kecepatan angin mencapai 4-15 knots dengan tinggi gelombang mencapai 0,5-2 meter.
Lihat juga...