MINGGU, 13 MARET 2016
Jurnalis : Turmuzi / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber Foto: Turmuzi
MATARAM — Musim panen tahun ini harga jagung di Nusa Tenggara Barat (NTB) terutama di Pulau Lombok mencapai empat ribu rupiah perkilogram, harga tersebut jauh lebih mahal Dibandingkan tahun sebelumnya yaitu mulai dari dua ribu sampai dua ribu lima ratus perkilogram.
![]() |
| Biji jagung |
“Harga jagung pada musim panen tahun ini cukup baguslah dibandingkan tahun lalu, di mana kalau dijual di pengepul yang datang lansung ke rumah, harga jagung kering empat ribu, sementara kalau jual lansung ke pasar harga bisa mencapai lima ribu rupiah” kata Mindri, petani Desa Banyu Urip, Kabupaten Lombok Tengah, Minggu (13/3/2016).
Meski demikian, kata Mindri, hasil produksi jagung sekarang tidak sebesar dan sebagus tahun lalu, hasil panen lebih sedikit, banyak isi jagung yang rusak karena dimakan tikus maupun buah jagung yang kecil.
Surti pembeli jagung asal Desa Mangkung, Kabupaten Lombok Tengah mengatakan, curah hujan yang tidak menentu juga turut mempengaruhi kualitas jagung, sehingga hasil produksi menjadi lebih sedikit.
“Kalau difikir memang antara 2015 dengan 2016 sama saja keuntungan didapatkan petani jagung, sekarang meski harga mahal tapi hasil panen lebih sedikit dibandingkan tahun lalu, meski harga murah, tapi hasil panen banyak,” ungkapnya.