JUMAT, 18 MARET 2016
Jurnalis: Aceng Mukaram / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber foto: Aceng Mukaram
KAPUAS HULU — Sejumlah barang tanpa dilengkapi dokumen terus menerus masuk ke Indonesia melalui perbatasan yang ada di Kalimantan Barat. Hal itu pula membuat anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bertugas di garis terdepan selalu meningkatkan kewaspadaan. Akan tetapi, hal tersebut tidak membuat efek jera bagi penyelundup barang ilegal dari negeri Jiran itu.
![]() |
| Barang bukti yang diamankan TNI |
Kenekatan para penyelundup ini tak membuat para aparat yang siaga 24 jam ini lengah. Berbagai razia pun rutin dilakukan. Hal itu dilakukan guna menertibkan atau kegiatan-kegiatan yang melanggar di perbatasan RI-Malaysia.
Dikatakan Kepala Penerangan Komando Daerah Militer (Kapendam) XII/Tanjungpura Kolonel Infanteri Mukhlis, pada sejumlah media di Jalan Arteri Alianyang No 1 Sungai Raya, Kubu Raya, menyebutkan, Satuan Tugas Pengamana Perbatasan (Satgas Pamtas) Batalyon Infanteri (Yonif) 312/Kala Hitam, telah menggagalkan barang ilegal di perbatasan RI – Malaysia, Jumat (18/3/2016).
“Sekitar pukul 05.30 WIB, Jumat 18 Maret 2016, tim sweeping Pos Kotis Satgas Pamtas Yonif 312/KH di pimpin Lettu Inf Wawan Winggura beserta 3 anggota, telah mengamankan satu mobil jenis colt diesel warna hitam Nopol KB 8782 EB dikendarai berinisial JT,” kata Mukhlis.
Kata Mukhlis, kendaraan tersebut mengangkut sembako ilegal berupa 1500 kilogram gula pasir. Para pelaku ini modusnya menggunakan karung sebanyak 30 karung. Tujuanya mengelabuhi petugas saat bertugas di sana.
“Satu karungnya seberat 50 kilogram jumlahnya 1500 kilogram gula pasir. 400 kilogram telur dari Malaysia, tanpa dilengkapi dengan dokumen resmi,” jelas Mukhlis.

Mukhlis menambahkan, barang ilegal tersebut berupa sembako dibawa melintas Pos Lintas Batas (PLB) Badau, Kabupaten Kapuas Hulu. Usai dilakukan pemeriksaan di Pos Kotis Yonif 312/KH, maka untuk pelaku berikut barang bukti diserahkan kepihak yang berwenang, yakni Bea & Cukai Badau, oleh Pasiintel Satgas Pamtas Yonif 312/Kh Lettu Infanreri Wiwin Hardianda diterima Kasubsi Pelayanan dan Pembendaharaan bernama Andreas.