MINGGU, 27 MARET 2016
Jurnalis : Koko Triarko / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber Foto: Koko Triarko
YOGYAKARTA — Dari sekian banyak jenis madu lebah, ada satu jenis madu yang masih langka dibudidayakan, yaitu madu lanceng. Karena masih langka, madu lanceng menjadi mahal harganya. Uniknya, rasa madu lanceng ada kalanya pada suatu musim sangat berasa asam. Namun, apa pun rasanya, madu lanceng tetap banyak diburu karena khasiatnya.
![]() |
| Romo Kokok, seorang pastur di pedukuhan Daleman, Girikerto, Turi, Sleman |
Lanceng merupakan sejenis lebah yang ukurannya sangat kecil. Bahkan, lebih kecil dari lalat dan tak mempunyai sengat. Karena ukurannya yang kecil, pada saat beterbangan koloni lanceng menimbulkan suara berdenging. Binatang sejenis lebah namun kecil dan berwarna hitam itu, seringkali dijauhi karena dikhawatirkan bisa masuk telinga. Lanceng mudah ditemui di hampir semua desa di Jawa.
Binatang pemakan sari bunga itu berumah di celah kayu kering. Bahkan, acapkali lanceng menghuni celah kayu jendela, pintu atau kerangka atap kayu di rumah-rumah yang keropos atau berlubang.
Nah, bermula dari banyaknya lanceng di sekitar rumah, Romo Kokok, seorang pastur atau romo di pedukuhan Daleman, Girikerto, Turi, Sleman, Yogyakarta, tergerak untuk membudidayakannya.
“Awalnya, saya melihat begitu banyak lanceng di sekitar rumah. Setelah saya tahu kalau lanceng juga bisa menghasilkan madu, saya mulai mencari tahu cara membudidayakannya. Ternyata, sangat mudah. Tidak perlu modal. Cukup membuah kotak kayu yang dilubangi, lanceng akan datang sendiri dan berumah di kotak kayu itu”, kata Romo Kokok, saat ditemui Minggu (27/3/2016).
Lebih jauh, Romo Kokok menjelaskan, untuk mendatangkan koloni lanceng dan agar mau berumah di kotak kayu yang sudah disiapkan, harus ada bibit lanceng yang diletakkan di lubang kecil seukuran kurang lebih 1 Centimeter. Lubang kecil itu berfungsi sebagai pintu keluar masuk lanceng. Bibit lanceng, menurut Romo Kokok, bisa diambil dari sarang lanceng, dan diutamakan yang ada ratunya.
“Ratu lanceng akan memancing datangnya koloni lanceng pekerja dalam waktu singkat”, ujarnya.
Sementara itu, untuk membuat lanceng-lanceng cepat memproduksi madu, Romo Kokok menanam tanaman bunga apa saja di halaman rumah sekitar sarang lanceng. Misalnya, bunga matahari, kenikir atau bunga lain yang biasa tumbuh di pekarangan rumah.
Menurutnya, kualitas madu lanceng sangat bergantung dari sumber makanannya, yaitu sari bunga. Jika pada musim kering atau tidak ada tanaman yang berbunga, madu lanceng akan berasa asam. Namun, kendati berasa asam, madu lanceng tetap banyak diburu.
![]() |
| Lanceng |
Pasalnya, khasiat kesehatan madu lanceng diyakini lebih besar dari jenis madu lainnya. Karena itu, harganya pun jauh lebih mahal dari madu lebah pada umumnya. Romo Kokok sendiri menjual madu lancengnya seharga Rp. 250-300.000 perbotol kecil ukuran setengah liter. Dengan harga jual yang cukup tinggi, katanya, budidaya madu lanceng sangat menguntungkan.
“Apalagi hampir tidak ada kendala berarti dalam budidaya madu lanceng ini, kecuali hanya ancaman dari laba-laba atau cicak yang biasa memangsa lanceng. Tapi, itu bisa diatasi dengan menjaga kebersihan lokasi sekitar sarang lanceng, agar tidak ada sarang laba-laba”, pungkasnya.
