Bulan Bhakti TNI, Kodim 0421/LS Selesaikan Berbagai Program Pembangunan

MINGGU, 20 MARET 2016
Jurnalis : Henk Widi / Editor : ME. Bijo Dirajo/ Sumber Foto: Henk Widi 

LAMPUNG — Upaya mendekatkan diri dengan masyarakat terus dilakukan oleh Tentara Nasional Indonesia, salah satunya dengan melakukan bulan bhakti. Seperti di Lampung Selatan, kegiatan yang dilaksakan antara lain,  perbaikan dan pembuatan jalan desa hingga pengolahan tanah dan masa panen padi di dusun Harapan Jaya Desa Sumur Kecamatan Ketapang. 
Penutupan Bulan Bhakti disemarakkan dengan makanan tradisional
Komandan Distrik Militer (Dandim) 0421/LS, Letkol Infanteri I Ketut Mertha Gunardha yang hadir dalam penutupan bulan bhakti mengaku sangat terkesan dengan kemanunggalan TNI dan rakyat, terutama dalam hal kegiatan gotong royong. 
Ia menegaskan selain membantu masyarakat dalam proses pembuatan infrastruktur yang sebelumnya belum ada dan akhirnya terbangun sarana jalan kampung merupakan wujud kerjasama masyarakat dan TNI.
“Masyarakat dan TNI telah bahu membahu dan menunjukkan kerja keras bersama tak hanya dalam membangun infrastruktur tetapi juga dalam hal ketahanan pangan dan dalam menjaga ketertiban dan keamanan dalam masyarakat,”ungkap Letkol Infanteri I Ketut Mertha Gunardha dihadapan ratusan warga Desa Sumur Kecamatan Ketapang, Minggu (20/3/2016).
Selain pembangunan infrastruktur, I Ketut Mertha Gunardha mengaku masuknya TNI anggota Kodim 0421/LS juga menjadi kesempatan untuk sosialiasi empat pilar kebangsaan, nilai nilai Pancasila, pencegahan penyalahgunaan narkoba serta penyuluhan kepada masyarakat dalam hal kesehatan, seperti Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta program Keluarga Berencana (KB).
Dandim 0421/LS, I Ketut Mertha Gunardha juga menyebutkan, bulan Bhakti TNI dalam skala besar akan dilakukan di Kecamatan Tanjungbintang. Bulan bhakti tersebut diantaranya akan membangun infrastrukutur jembatan, jalan serta berbagai sosialisasi nilai nilai kebangsaan, pencegahan narkoba serta berbagai sosialiasi pertanian. 
Program tersebut dilakukan untuk menjaga kedaulatan bangsa melalui upaya pembukaan jalan baru untuk meningkatkan sektor pertanian dan perkebunan yang dilakukan dengan membuka akses jalan yang selama ini sangat diharapkan masyarakat di wilayah terpencil.
Dandim 0421/LS tersebut juga mengaku ketahanan pangan di wilayah Lampung Selatan telah mendapat respon positif diantaranya dengan memberikan alat dan mesin pertanian (Alsintan) yang akan dibagikan ke masing masing Koramil. 
Alat dan mesin pertanian tersebut diantaranya traktor tangan, alat pompa air, alat penanam padi modern yang akan meningkatkan hasil pertanian bagi petani dan menjadi kerjasama antara TNI dan petani dalam upaya swasembada pangan. 
Program upaya khusus (Upsus) penanaman padi, jagung dan kedelai (Pajale) diharapkan Dandim akan menjadikan masyarakat bisa melakukan swasembada.
Secara lebih istimewa, upaya mempertahankan swasembada pangan dan menjaga ketahanan pangan, Dandim memuji langkah isteri iteri para prajurit TNI yang dikenal dengan ibu ibu Persit Chandra Kirana untuk mengolah makanan tradisional. 
Salah satu upaya tersebut dilakukan oleh Ny. Sukandi yang merupakan ketua Persit dan isteri dari Danramil 0421/03/Penengahan, Kapten Sukandi yang menyiapkan beberapa hidangan tradisional.
Hidangan tradisional yang disajikan bahkan diserbu oleh masyarakat meski merupakan makanan tradisional berupa jagung rebus, kacang tanah, pisang rebus, ubi jalar rebus, ubi kayu rebus serta hidangan lain yang merupakan hasil kebun.
“Kita upayakan agar dalam setiap acara dan terutama acara-acara TNI menghidangkan makanan tradisional yang merupakan hasil kebun, hasil pertanian masyarakat yang juga bukti upaya TNI dalam swasembada dan ketahanan pangan,”ungkap Ny.Sukandi.
Sementara itu, Anggota DPRD Lampung Selatan, I Ketut Warte yang hadir dalam penutupan bulan Bhakti TNI tersebut mengaku berterima kasih kepada Kodim 0421/LS yang telah membangun infrstruktur jalan sepanjang 1.200 meter, talud 2.000 meter. 
Ia mengharapkan hal tersebut dapat dilakukan di berbagai daerah, terutama desa terpencil.
“Kita masih membutuhkan kerjasama dengan anggota TNI dalam hal ini Kodim 0421/LS dengan membangun sarana yang dibutuhkan masyarakat diantaranya jalan, jembatan dan sarana air bersih di Pulau Rimau Balak,”harap Ketut.
Ia mengaku, pilihan Desa Sumur menjadi sangat tepat karena selain menjadi simbol persatuan TNI dan masyarakat, wilayah tersebut berada di jalur pantai Timur Sumatera yang secara demografis didiami oleh beragam suku diantaranya Jawa, Sunda, Bali, Lampung serta suku lain yang merupakan wujud keberagaman. 
Kondisi masyarakat yang harmonis tersebut merupakan cerminan nilai nilai Pancasila yang ada di Lampung Selatan dan menjadi simbol keberagaman dengan tetap hidup berdampingan.
Lihat juga...