KAMIS, 31 MARET 2016
Jurnalis : Koko Triarko / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber Foto: Koko Triarko
YOGYAKARTA — Badan Meteorologi Klimatologi Dan Geofisika (BMKG) DIY mengimbau warga untuk ekstra waspada terhadap ancaman hujan badai disertai petir yang masih akan terjadi hari ini hingga beberapa hari ke depan.
![]() |
| Suasana evakuasi pohon tumbang |
Staf Data dan Informasi Prakiraan Cuaca BMKG DIY, Indah Retno Wulan menyatakan, potensi terjadinya cuaca ekstrim masih akan terjadi hingga musim pancaroba usai. Bahkan, diperkirakan puncak hujan badai dan petir di Yogyakarta akan terjadi hari ini, Kamis (31/3/2016) hingga Jumat esok hari.
Seperti diketahui, hujan disertai angin kencang dan petir di wilayah Kota Yogyakarta dan beberapa wilayah sekitarnya seringkali terjadi selepas siang hingga malam hari. Bahkan, hujan badai disertai petir yang terjadi kemarin, Rabu (30/3/2016), sore hari telah menumbangkan pohon besar di sisi utara Komplek Kebun Binatang Yogyakarta dan mengakibatkan dua orang tewas tertimpa, sementara empat orang lainnya luka-luka.
Dua orang yang tewas salah satunya merupakan pemilik kios di komplek Gembira Loka bernama Ny. Barokah, dan satu lagi merupakan pengunjung Kebun Binatang Gembira Loka yang masih anak-anak seusia sekolah dasar bernama Adit, asal Sragen, Jawa Tengah. Selain itu, hujan badai sore kemarin juga menumbangkan sejumlah pohon di banyak tempat di Kota Yogyakarta. Demikian pula dengan sejumlah baliho berukuran besar serta beberapa tiang listrik milik PLN.
Mengingat tingkat potensi bencana yang mematikan tersebut, pun Indah mengingatkan kepada masyarakat, agar ketika hujan terjadi tidak berteduh di bawah pohon, atau di dekat bangunan tinggi yang sekiranya mudah roboh seperti baliho, tiang listrik, dan sejenisnya. Selain itu, jangan menyalakan barang-barang elektronik untuk menghindari sambaran petir.
Kendati perubahan cuaca sering terjadi tiba-tiba, namun Indah menyebut ada ciri-ciri tertentu yang bisa dirasakan untuk menandai akan terjadinya hujan dan angin kencang. Ciri tersebut adalah munculnya awan CB atau Cumulonimbus.
![]() |
| Indah Retno Wulan, Kasi Data dan Informasi BMKG DIY |
Kemungkinan munculnya awan CB, antara lain adalah jika cuaca sejak pagi hingga siang hari cerah dengan suhu udara panas menyengat, sementara daerah yang akan terjadi angin kencang kondisinya hening tak ada angin, dan ketika ada, angin yang pertama berhembus membawa hawa dingin yang terasa di kulit.
“Kalau kondisi ini dirasakan, maka kita harus mulai waspada akan terjadinya hujan dan angin kencang disertai petir”, pungkasnya.
