KAMIS, 24 MARET 2016
Jurnalis: Charolin Pebrianti / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber foto: Charolin Pebrianti
SURABAYA — Seratus orang dari Perwakilan Praja Muda Karana (Pramuka) berbagai Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di wilayah Kabupaten Trenggalek dan Surabaya selama tiga hari mengikuti Pendidikan Pendahuluan Bela Negara (PPBN) tahun 2016 di Armada Timur (Armatim) Kota Surabaya.
![]() |
| Anggota Pramuka di salah satu KRI di Surabaya |
“Selama 3 hari para siswa diajari berbagai materi klasikal dan lapangan tentang belanegara, termasuk pengenalan berbagai Alat Utama Sistem Senjata milik TNI Angkatan Laut,” terang Kepala Dinas Potensi Maritim (Kadispotmar) Lantamal V, Letkol Laut (P) Didik Dhuwijantoko kepada Cendana News, Kamis (24/3/2016).
Dijelaskan, pembelajaran ini mengenai upaya meningkatkan pemahaman tentang substansi bela negara kepada seluruh warga negara, termasuk para siswa.
Materi dan pengetahuan baik teori, aplikasi lapangan, pembekalan yang diberikan selama mengikuti kegiatan ini, diharapkan dapat menambah pengetahuan, meningkatkan solidaritas dan kebersamaan serta rasa cinta tanah air yang dilandasi semangat nasionalisme.
“Sehingga timbul kesadaran untuk membela bangsa dan negaranya sesuai amanat pasal 30 UUD 1945,” jelasnya.
Selain itu perserta PPBN ini diajak untuk berkunjung ke Monumen Jalesveva Jayamahe. Monumen yang di bangun pada tahun 1990 dan di resmikan pada 5 Desember 1996 oleh Presiden Soeharto, merupakan gagasan untuk mengingatkan bahwa bagaimanapun majunya suatu bangsa maka hendaklah tetap berpijak pada sejarah, karena bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa menghargai jasa pahlawannya.
Jalesveva Jayamahe digunakan sebagai semboyan TNI Angakatan Laut RI yang artinya ‘Di Laut Kita Tetap Jaya’. Hal ini juga mengingatkan pada generasi penerus bangsa bahwa nenek moyang bangsa Indonesia adalah pelaut, yang mampu menjelajah benua di dunia.
“Juga ada pengenalan KRI Oswald Siahaan-354, KRI Slamet Riyadi-352 dan KRI Dewa Ruci yang telah mengharumkan nama bangsa dan negara di kancah dunia Internasional serta berkunjung ke Fleet House atau Museum Armada,” cakapnya.

Sedangkan yang terakhir kalinya seluruh peserta pelatihan diberikan bekal pengetahuan dengan mengunjungi planetarium yang berada dikomplek Akademi Angkatan Laut Bhumi Moro.
Museum ini berguna untuk melihat tata surya (astronomi) Bima Sakti dan merupakan fasilitas belajar bagi Kadet sebagai salah satu bahan acuan saat mereka melakukan praktik pelayaran di laut.
“Diharapkan para peserta pelatihan bisa menjadi contoh yang baik ditengah-tengah masyarakat dan teman-teman di sekolahan nantinya,” pungkasnya.