Anak Terdampak Pembangunan JTTS Kurang Mendapatkan Perhatian

SELASA, 22 MARET 2016
Jurnalis : Henk Widi / Editor : ME. Bijo Dirajo/ Sumber Foto: Henk Widi 

LAMPUNG — Pembangunan infrastruktur Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) memiliki pengaruh bagi warga terdampak, terutama anak anak seperti Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak Kanak (TK) dan anak usia sekolah dasar (SD). 
Anak-anak terdampak pembangunan JTTS
Salah satu pengaruh pembangunan tol bagi warga diantaranya perpindahan dari tempat tinggal lama yang selama bertahun tahun ditempati.
Salah satu warga masyarakat di daerah terdampak Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), Suyono (50) mengaku anak anak di wilayah terdampak tol sebagian harus merelakan tanah, tempat tinggal, serta menempati tempat tinggal baru, suasana baru dan kehidupan baru yang selama ini sudah dirasakan nyaman secara psikologis dan sosial.
“Selama ini pembangunan jalan tol selalu memberi dampak bagi masyarakat terutama bagi anak anak dan itu yang tidak pernah kami terima dalam bentuk sosialiasi bagi anak anak terutama yang masih usia sekolah,”ungkap Suyono di Lampung, Selasa(22/3/2016)
Ia bahkan mengaku selama ini anak anak terdampak tol tidak memiliki tempat bermain seperti sebelumnya, seperti lapangan, area pertanian, halaman rumah  dan kebun.
Karena keterbatasan areal bermain, beberapa anak anak bahkan menggunakan lokasi pembangunan jalan tol untuk bermain di tengah bahaya terperosok di galian atau berdekatan dengan alat alat berat. 
“Beberapa siswa sekolah pendidikan anak usia dini dan taman kanak kanak bahkan harus pindah ke lokasi lain akibat sekolah mereka dipindahkan, jaraknya jauh dari sekolah sebelumnya,”ungkapnya.
Salah satu guru di sekolah Pendidikan Anak Usia Dini, Amini mengaku muridnya banyak yang pindah ke sekolah lain.
“Beberapa siswa masih tetap bertahan di sekolah kami namun sebagian pindah ke kecamatan lain mengikuti orangtua yang lahan serta tempat tinggalnya terdampak jalan tol,”terang Amini.
Amini mengakui, pengaruh terkait pembangunan tol telah dijelaskan kepada siswa siswa sekolah di tempatnya dengan memberikan pemahaman positif.
Sementara itu, Anang, salah satu aktivis pemerhati perkembangan anak mengaku sosialisasi serta pendampingan anak korban pembangunan jaln tol masih kurang, bahkan sama sekali tak pernah ada. Anang bahkan mengaku sosialisasi banyak diberikan kepada orangtua terkait ganti rugi lahan tol yang berkaitan dengan sisi finansial bagi masyarakat.
Sementara itu dampak bagi anak,termasuk di dalamnya jaminan lingkungan hidup terutama dalam bidang keagamaan, sosial kemasyarakatan, perangai dan faktor lain kurang mendapat tempat dari peerintah setempat.
Kondisi kenyamanan yang telah diperoleh di tempat lama kini tak lagi diperoleh oleh anak anak dan bisa mengganggu perkembangan.
“Sebenarnya dampak untuk anak anak usia sekolah sangat penting namun oleh pemerintah kurang diperhatikan dan selama ini perhatian hanya diberikan kepada anak anak korban bencana”ujar Anang, salah satu aktivis pemerhati perkembangan anak.
Baginya perkembangan pertumbuhan anak sangat ditentukan oleh lingkungan tempat tinggal dan dampak pembangunan jalan tol menjadi salah satu faktor penyebab terganggunya perkembangan anak. Ia berharap pembangunan jalan tol juga memperhatikan perkembangan anak dan dampak bagi anak anak usia sekolah dasar yang terdampak tol.
“Kita kritisi untuk menjadi perhatian agar dampak ini diperhatikan terutama bagi instansi terkait pemerintah yang peduli akan dampak tol bagi anak anak”ujarnya.
Pantauan Cendana News di dusun Cilamaya, beberapa anak masih bermain di bekas sisa sisa rumah yang sudah roboh dan tidak memperhatikan bahaya terjatuh di area terdampak tol dengan banyaknya material tanah timbunan  pembangunan tol dan alat berat untuk proses land clearing(pembersihan lahan).
Lihat juga...