Volume Sampah di Pantai Lamsel Meningkat di Musim Penghujan

MINGGU, 14 FEBRUARI 2016
Jurnalis : Henk Widi / Editor : ME. Bijo Dirajo/ Foto: Henk Widi 

LAMPUNG — Musim hujan yang melanda wilayah Lampung Selatan menyebabkan tumpukan sampah mencemari pantai Kalianda, pantai Bakauheni dalam beberapa pekan ini, sehingga tak sedap dipandang. Meski sudah ada tindakan pembersihan, beberapa sungai yang mengalir ke pesisir tetap membawa berkubik kubik sampah yang kemudian menepi ke pinggir pantai terbawa ombak.
Nelayan sedang menarik sampan sehabis melaut. Tumpukan sampah terlihat mengotori bibir pantai di Kalianda
Kepala Desa Kelawi Kecamatan Bakauheni Lampung Selatan Provinsi Lampung, Syarifudin menyebutkan dua pekan ini ia sudah mengajak masyarakat nelayan pesisir Desa Kelawi bergotong royong setiap akhir pekan untuk membersihkan pantai. Pembersihan dilakukan dengan cara sederhana menggunakan tangan, serokan, mengumpulkan lalu membakarnya. 
“Kita tidak bisa hanya sekali membersihkan sampah sampah pantai ini harus rutin dan menumbuhkan kesadaran warga agar segera membersihkan sampah yang menepi dan membakarnya terutama sampah yang membahayakan,”ujar Syarifudin kepada media Cendananews.com, Minggu (14/2/2016).
Sampah membahayakan yang dimaksud ungkap Syarifudin diantaranya botol dari kaca yang utuh yang akan membahayakan kaki para wisatawan yang berkunjung ke Minangruah, Desa Kelawi Kecamatan Bakauheni. Beberapa sampah medis berupa bekas jarum suntik serta peralatan medis terbuat dari botol yang berpotensi pecah juga ditemukan.
Syarifudin mengakui, sumber sampah tersebut tidak bisa dipastikan karena sampah bisa berasal dari kecamatan lain akibat terbawa arus gelombang laut di Selat Sunda bahkan justru bisa terbawa dari Provinsi Banten. Ia mengungkapkan sebagian besar sampah menepi saat malam hari akibat terbawa ombak sehingga warga yang sudah membersihkan sampah pada pagi atau siang hari bisa menemukan pantai kembali dalam keadaan kotor keesokan harinya.
“Selalu kita himbau agar menjaga kebersihan, karena pantai tetap menjadi tempat bersandar kapal dan juga warga banyak melakukan aktifitas di pantai, kalau kotor akan menimbulkan penyakit,”ungkap Syarifudin.
Sementara itu pantauan Cendana News, beberapa sungai yang mengalir ke pesisir Kalianda digunakan warga untuk membuang sampah. Sebagian besar merupakan limbah rumah tangga yang dibuang saat malam hari oleh pihak pihak tak bertanggungjawab.
“Banyak yang sudah mengingatkan dan bahkan sudah ada tulisan dilarang membuang sampah di sungai, tapi masih tetap banyak yang membuang sampah dan kadang malam hari sehingga tak ada yang tahu,”ungkap warga Desa Bakauheni.
Tim SAR Sedang membersihkan sampah
Selain membahayakan bagi warga pesisir pantai, sampah sampah yang terbawa arus sebagian bahkan sampai ke area dermaga Pelabuhan Bakauheni dan Pelabuhan Merak. Petugas dari Search and Rescue (SAR) terpaksa melakukan pembersihan menggunakan jaring dan perahu karet untuk pembersihan area dermaga.
“Musim hujan menjadi perhatian bagi tim SAR karena sampah perairan bisa membahayakan perjalanan kapal terutama material sampah beruba kayu yang bisa merusak baling baling,”ujar Radmiadi petugas SAR di PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan.
Hujan dengan intensitas sedang hingga deras yang melanda wilayah Provinsi Lampung dan sekitarnya bahkan telah mengakibatkan aliran sungai yang mengalir ke Selat Sunda meluap. Selain meluap sebagian besar sungai membawa material sampah yang terbawa ke laut dan menepi ke perkampungan nelayan dan pelabuhan.
Lihat juga...