SELASA, 2 FEBRUARI 2016
Jurnalis: Henk Widi / Editor: Sari Puspita Ayu / Sumber foto: Henk Widi
LAMPUNG—Penerapan sistem pelayanan terminal terpadu akhirnya dilaksanakan di terminal Pelabuhan PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (PT ASDP) Bakauheni mulai pukul 17:30 WIB. Pemberlakukan terminal terpadu tersebut sudah menjadi wacana pihak PT ASDP, Organisasi Gabungan Angkutan Darat (organda) serte berbagai pihak yang terkait dengan terminal dan jasa angkutan di terminal Pelabuhan Bakauheni.

Manager Operasional PT ASDP Bakauheni, Heru Purwanto mengungkapkan sistem tersebut sudah lama disepakati dan dibahas oleh berbagai pemangku kepentingan. Instansi terkait tersebut diantaranya Organda, Dishub serta beberapa pihak. Bahkan penandatanganan nota kesepahaman terkait rencana itu sudah dilakukan pada pertengahan tahun 2015lalu namun baru bisa diterapkan pada awal Februari 2016.
“Kita lakukan berbagai penataan lokasi, evaluasi serta kesepakatan dengan berbagai pihak untuk penerapan terminal terpadu ini untuk memberi kenyamanan berbagai pihak terutama pengguna jasa pelabuhan yang akan menggunakan jasa kendaraan setelah turun dari kapal,”ungkap Heru Purwanto di Bakauheni kepada Cendana News, Senin (1/2/2016).
Sistem pelayanan terminal terpadu ini menurut Heru pertama diterapkan pada Pelabuhan laut di Indonesia. Penataan dan pembangunan yang sejalan dengan pembangunan loby e-ticketing kapal Rol on Roll Off (Roro) tersebut pun mendapat respon berbeda dari beberapa pihak baik dari pengguna jasa pelabuhan maupun penyedia jasa kendaraan travel.
“Sistem itu sangat bagus untuk kenyamanan penumpang, kami juga sebagai sopir travel tak perlu lagi kesulitan mencari penumpang dan mengeluarkan biaya ekstra untuk pencari penumpang, ” ungkap Heru.
Sistem tersebut pun disambut positif oleh para pelaku penyedia jasa angkutan terutama sopir bus, travel lintas Bakauheni-Rajabasa Bandarlampung. Salah satu sopir travel, Sodikin, sopir travel plat kuning mengatakan penertiban tersebut tetap memiliki sisi negatif dan positif. Secara positif sopir tak perlu berebut mencari penumpang karena penumpang sudah membeli tiket sesuai tujuan masing masing. Namun dengan sistem antrian atau urutan maka dalam sehari jika bisa mengangkut dua tiga kali penumpang maka akan sulit tercapai.
“Kami kan kejar setoran, kalau sistem tersebut diberlakukan takutnya nanti sulit ngejar setoran lagi mas. Tapi kita lihat saja nanti sambil berjalan apakah akan lebih baik dari sekarang atau tidak, ” ungkap Sodikin.
Sistem yang diterapkan PT ASDP merupakan jawaban dari kesemrawutan yang terjadi saat angkutan mudik dan balik lebaran. Heru Purwanto berharap sistem tersebut akan semakin menekan ketidaknyamanan penumpang yang baru turun dari kapal dan menjadi “rebutan” para pencari penumpang.
Organda Ingin Tingkatkan Pelayanan Kepada Penumpang
Organisasi Gabungan Angkutan Darat (organda) menyambut positif pemberlakuan terminal terpadu di pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan Provinsi Lampung yang mulai diterapkan sore ini. Hal tersebut dinilai bagian dari peningkatan pelayanan kepada konsumen pengguna jasa angkutan yang menggunakan jasa pelayaran menggunakan kapal Roll on Roll Off (Roro) dari Pelabuhan Merak menuju Pelabuhan Bakauheni yang menyambung dengan angkutan darat berbagai kendaraan.
Bendahara Organda wilayah Bakauheni, Murza mengungkapkan, penerapan terminal terpadu dengan memberlakukan tiket terusan tersebut saat ini sudah dipersiapkan oleh PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (PT ASDP) Cabang Bakauheni. Beberapa loket sudah dipersiapkan termasuk kelengkapan terminal seperti ruang tunggu khusus.
“Kita sudah bicarakan dengan pihak ASDP dan beberapa perusahaan otobus serta pemilik travel sehingga kita bisa lebih memudahkan pengguna jasa yang sudah lama kita bahas akhirnya terwujud,”ungkap Murza saat dikonfirmasi Cendana News.
Ia mengungkapkan, tiket terusan tersebut diberlakukan atas pertimbangan semakin banyaknya travel plat hitam yang merugikan travel resmi yang tergabung dalam DPC Organda baik tingkat Kabupaten Lampung Selatan maupun provinsi Lampung. Beroperasinya travel plat hitam selama ini dianggap merugikan konsumen karena minimnya jaminan dari pemilik travel plat hitam yang beroperasi dari Pelabuhan Bakauheni menuju Terminal Rajabasa dan sebaliknya.
“Jaminan yang kami maksud soal legalitas travel, izin trayek serta tentunya keselamatan penumpang, dengan adanya travel resmi dan tiket terusan makan jaminan bagi konsumen akan lebih ditingkatkan baik daris egi pelayanan maupun kenyamanan,”tegas Murza.
Murza mengungkapkan, saat ini ada sekitar 9 perusahaan travel, 22 perusahaan bus yang beroperasi di lintas Terminal Pelabuhan Bakauheni hingga ke Terminal Rajabasa Bandarlampung. Jumlah tersebut bahkan masih bisa bertambah saat musim angkutan liburan dan hari raya.
Sementara itu secara tekhnis penjualan tiket terusan tersebut oleh beberapa perusahaan angkutan akan dijual di kapal Roro dari Merak ke Bakauheni dengan loket loket khusus. Penumpang yang sudah membeli tiket di kapal saat turun di pelabuhan Bakauheni akan dijemput oleh masing masing travel sehingga tak perlu mengantri lama.
“Penerapannya akan kita evaluasi dan saat ini loket loket yang ada di Pelabuhan Bakauheni sudah disiapkan untuk pencocokan tiket,”ungkapnya.
Penerapan sistem terminal terpadu tersbut menurut salah satu penumpang, Andi (34) sangat menguntungkan dan menyerupai pembelian tiket di bandara. Sistem tersebut baginya lebih memudahkan karena harga sudah ditetapkan dalam tiket sehingga tidak ada celah bagi oknum tak bertanggungjawab mencarikan kendaraan dengan harga yang lebih mahal dan lebih terjamin dari segi keamanan. (Baca: Penumpang Masih Bingung Terkait Penerapan Tiket Terpadu di Pelabuhan Bakauheni)