Pemkab Sumenep Siapkan Program Pemberdayaan Bagi Penyandang Disabilitas

KAMIS, 4 FEBRUARI 2016
Jurnalis : Fahrul / Editor: Gani Khair / Sumber foto: Fahrul
SUMENEP—Pemerintah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, melalui Dinas Sosial (Dinsos) daerah setempat, telah menyiapkan berbagai program bantuan baik pemberdayaan maupun penunjang fisik bagi penyandang disabilitas. Para penyandang cacat fisik tersebut memang perlu diperhatikan secara serius, agar beban hidup selama ini terasa berat bisa berkurang. Sebab meski dalam kondisi keterbatan fisik ia juga memiliki keinganan sama seperti layaknya orang normal.

Moh. Ramli Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sumenep.

Meskipun bantuan yang disediakan oleh pemerintah daerah tidak dapat memenuhi bagi seluruh penyandang disabilitas yang ada di daerah ini. Namun program tersebut akan terus berkelanjutan, sehingga para penyandang cacar fisik nanti akan secara keseluruhan, tetapi membutuhkan waktu panjang, pasalnya ketersedian anggaran yang belum memadai.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sumenep, Moh. Ramli mengatakan, saat ini telah menyiapkan beberapa program bantuan bagi penyandang desabilitas, baik dari sisi pemberdayaan maupun penunjang fisik yang dibutuhkan mereka. Namun masih terbatas, sehingga belum bisa memberikan bantuan secara keseluruhan bagi penyandang cacat yang ada di daerah ini. 
“Untuk program penyandang cacat yang sedang kami lakukan yaitu, berkenaan dengan alat bantu kebutuhan fisiknya, seperti, kaki palsu, tangan palsu dan kursi roda,” jelasnya, Kamis (4/2/2016). 
Ia menginkan para penyandang cacat diberi perhatian serius apa yang menjadi kebutuhan hidupnya, walaupun tidak secara keseluruhan terpenuhi, tetapi minimal beban hidup yang mereka derita terasa berkurang, agar kondisi keterbatasan fisiknya tidak selalu menjadi penghambat dalam menuangkan ide-ide kreatif, sebab meski dalam kondisi kurang cacat fisik, mereka juga memiliki kelebihan yang belum dimiliki orang normal.
“Maka dari itu memang mereka perlu dibantu, agar dapat mengembangkan ide kreatifnya dalam menjalankan usaha yang dapat menunjang ekonominya,” katanya.
Keterbatasan anggaran yang ada membuat program yang dijalankan pemerintah belum menyentuh seluruh penyandang disabilitas, tetapi dari tahun ketahun program bantuan tersebut akan dapat menyentuh secara keseluruhan. Maka dari itu peran aktif masyarakat dalam memberikan informasi adanya penyandang disabilitas di daerah pedesaan sangat dibutuhkan, sehingga yang belum tersentuh akan segera dilakukan pendataan.
“Jadi kalau sudah terdata semuanya, maka mereka dipastikan akan mendapatkan program bantuan. Ya kalau belum dapat tahun ini, kemungkinan besar tahun depan bisa mendapatkan,” papar Ramli saat ditemui Cendana News di ruang kerjanya.
Berbagai program yang disediakan oleh pemerintah daerah, diantaranya, pemberdayaan dan bantuan penunjang fisik. Kalau untuk pemberdayaan mereka akan diberi modal untuk membuat usaha yang nanti dapat menunjang pendapatan ekonomi dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Sedangkan untuk penunjang fisik merupakan alat bantu, berupa kaki palsu, tangan palsu dan kursi untuk digunakan saat melakukan aktifitas sehari-hari. 
“Semua program yang kami berikan nantinya diharapkan dapat bermanfaat bagi mereka. Kalau yang belum punya tempat tinggal, nanti akan diberi bantuan program rumah tidak layak huni (RTLH),” pungkas.
Lihat juga...