SABTU, 20 FEBRUARI 2016
Jurnalis : Turmuzi / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber Foto: Turmuzi
MATARAM — Setiap musim panen buah durian tiba, pemandangan berbeda akan terlihat di beberapa titik ruas jalan di Kota Mataram, yang biasanya sepi menjadi ramai, baik oleh para penjual maupun oleh kerumunan warga yang hendak membeli untuk dibawa pulang sebagai oleh – oleh maupun untuk dimakan di tempat.
![]() |
| Penjual Durian di Jalan Airlangga, Mataram |
Pemandangan semacam itu sudah pasti berlansung setiap musim panen buah durian di Lombok tiba, termasuk pada tahun ini, tumpukan buah yang dijajakan penjual nampak berderet di sepanjang pinggiran jalan Kota Mataram, terutama jalur yang ramai dilalui.
Beberapa titik yang selama ini dijadikan lokasi berjualan, antara lain, jalan Airlangga, Jalan Udayana, taman simpang lima Kota Tua Ampenan Kota Mataram, pasar Cakranegara dan sejumlah titik ruas jalan lainnya.
“Kalau musim durian sudah tiba, apalagi baru minggu pertama panen, biasanya banyak diburu warga dan cepat habis, meski harga mahal,” kata Rizal penjual buah durian asal Desa Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat kepada Cendana News, Sabtu (20/2/2016).
Rizal mengatakan, kalau minggu pertama dan kedua musim panen, satu buah durian ukuran besar harganya bisa mencapai 60 sampai 70 ribu perbiji, sementara kalau dalam ukuran kecil, harganya berkisar antara 30 sampai 40 ribu perbiji, meski demikian, tetap laku terjual seperti sekarang.
Hilwati, penjual lain mengatakan, musim panen seperti sekarang memang menjadi masa paling membahagiakan bagi penjual maupun petani durian, karena bisa meraup untung besar dari menjual buah durian yang hanya bisa panen sekali setahun.
“Sehari dari hasil penjualan, para pedagang bisa meraup keuntungan ratusan sampai jutaan rupiah,”sebutnya.
Selain di Kota Mataram, penjualan paling banyak bisa ditemukan di pasar Kekait, Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat yang sekaligus menjadi pusat kebun buah durian, puncak hutan pusuk Lestari, dan Desa Pemepek, Kabupaten Lombok Tengah.