Jurnalis: Zulfikar Husein / Editor: Gani Khair / Sumber foto: Zulfikar Husein
![]() |
| Kue Adee Kak Nah |
Sebenarya kue ini bernama ‘Adee’. Kak Nah sendiri diambil dari nama Rosnah H.Yahya Sadar, yang merupakan pemilik industri rumahan pertama yang membuat kue tersebut. Kak Nah sendiri sudah memulai tahun 1982, bersama orang tuanya Sawiyah Syeikh.
Dulu, Kak Nah bersama keluarganya mengawalinya dengan menjual kue tersebut ke sejumlah warung kopi di Meuredu, Pidie Jaya. Kemudian ia memulai dlam skala yang besar dengan membuka home industri yang ia beri nama kue Adee Kak Nah.
Tak butuh waktu lama, Adee Kak Nah dengan cepat terkenal dan menjadi ikon Kabupaten Pidie Jaya. Saat ini Kak Nah mampu memproduksi lebih dari 5000 loyang kue Adee perharinya dengan pekerja mencapai 350 orang lebih.
“Sehari bisa sampai 5000 loyang siap dibuat. Kalau laku, bisa 200 sampai 1000 buah per harinya,” ujar Rosiah, salah seorang karyawan Kak Nah yang berjualan di Pidie Jaya kepada Cendana News, Minggu (7/2/2016).
Kata dia, rata-rata pembeli Adee Kak Nah itu adalah pelancog yang baru pulang dari Banda Aceh atau dari Kota Sabang. “Kebanyakan orang Aceh juga, satu dua orang paling yang bukan orang Aceh. Rata-rata beli untuk oleh-oleh,” katanya.
Saat ini Kak Nah tidak lagi sendiri, sudah ada sejumlah home industri yang menjual penganan yang sama dengan nama pemilik masing-masing. Namun menurut para pembeli, kue yang dibuat oleh Kak Nah memiliki cita rasa sendiri yang tidak dimiliki oleh orang lain.
“Beda rasanya Adee Kak Nah dengan adee yang dibuat oleh orang lain. Rasa Adee Kak Nah ada ciri khasnya, sangat enak. Saya sering membelinya untuk oleh-oleh kalau pulang dari Banda Aceh,” ujar Zulfikri Yasin, salah seorang pembeli yang berasal dari Lhokseumawe.
Ia bersama rekan-rekannya Muhammadan, Mustafa Kamal dan Iskandar, membeli kue tersebut dalam jumlah yang banyak. Mereka membawa kue tersebut untuk keluarga dan anak-anaknya yang katanya sangat suka dan memang memesan Adee Kak Nah.
Adee Kak Nah dibuat dalam dua variasi; ubi dan tepung. Bahan dasarnya adalah tepung, ubi, kelapa, telur ayam, gula pasir, dan daun pandan. Ukuran kecil dijual dengan harga Rp17 ribu, sementara dalam ukuran yang besar dijual dengan harga Rp28 ribu. Kini, selain di Meureudu, Pidie Jaya, Kak Nah juga sudah membuka cabangnya di beberapa lokasi seperti di Lambaro, Aceh Besar, Aceh.