Hadapi MEA, Kadin Sulawesi Tenggara Usul Bangun BUMDES

SENIN, 8 FEBRUARI 2016
Jurnalis : Rustam / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber Foto: Rustam 
KENDARI — Menghadapi persaingan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Sulawesi Tenggara, La Mandi mengemukan sebuah gagasan untuk membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) yang anggarannya diambil dari  alokasi dana desa (ADD). 
La Mandi Ketua Kadin Sultra 
La Mandi menyebutkan, dengan adanya BUMDES, diharapkan dapat mengatasi permasalahn modal usaha yang menjadi salah satu dari tiga masalah utama di Provinsi Sultra. Dua lainnya yakni, keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) yang profesional, dan keterbatasan jaringan kerjasama (network).
“Masih terbatas modal usahanya. Perbankan yang diharapkan dapat membantu modal, ternyata masih sangat hati-hati,” ujar La Mandi di Kendari, Senin (8/2/2016).
Dijelaskan, agar pengusaha pribumi bisa bersaing dengan asing, perlu adanya peran Pemerintah Indonesia, salah satunya dengan mematenkan secara hukum pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) yang akan dikelola dengan menempatkan orang-orang profesional. 
Disebutkan, BUMDES berpeluang dapat beroperasi dengan penyertaan modal desa yang diambil dari alokasi dana desa (ADD) yang setiap tahunnya mendapatkan kucuran dana dari APBN dengan nominal antara Rp 700 juta sampai Rp 800 juta per tahun.
Dari anggaran ADD itu setiap desa menyertakan modalnya pada BUMDES sekitar Rp.200 juta per tahun pada perusahaan induk yang dibentuk secara resmi oleh pemerintah.
Dikatakan, misalnya di Provinsi Sultra, dibentuk perusahaan PT Sultra Incorporate Tbk. Perusahaan dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah (Perda), atas persetujuan DPRD Sultra dan gubernur Sultra.
“Soal nama badan usaha yang mengelola dana BUMDES terserah. Yang penting dibangun dulu perusahaannya sesuai mekanisme peraturan perundang-undangan,”  kata La Mandi.
Lalu perusahaan itu berfungsi mengumpulkan dana penyertaan BUMDES sebesar Rp.200 juta dikali 2.300 desa khususnya di Sultra. Maka modal penyertaan yang akan masuk di PT Sultra Incorporate sebesar Rp 460 Miliar. 
Bila dikalikan selama 5 tahun lamanya, maka total dana BUMDES di Sultra dapat mencapai Rp.2,3 Triliun. 
“Dengan dana sebesar ini, diyakini kita bisa membangun industri yang besar,” kata La Mandi meyakinkan.
Bila gagasan tersebut dapat diwujudkan, maka Indonesia tidak perlu berharap banyak dengan investor asing. Modal usaha BUMDES yang besar, sudah mampu membangun industri skala besar.
Teknis pertanggungjawaban keuangan, seluruh investor BUMDES mendapatkan laporan secara berkala. Keuntungan dari perputaran modal usaha BUMDES diberikan kembali ke desa.
Menurut La Mandi, gagasan penyertaan modal BUMDES kepada perusahaan PT Sultra Incorporate sudah diusulkan ke Gubernur Sultra. Saat ini sudah masuk tahap pembahasan  legislasi di DPRD Sultra. 
“Mudah-mudahan bulan Februari ini sudah dibahas Rancangan Peraturan Daerah di Dewan.,” ungkapnya.
Lihat juga...