MINGGU, 7 FEBRUARI 2016
Jurnalis : Ishak Kusrant / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber Foto: Ishak Kusrant
MANADO — Sebagian warga yang tinggal di Kecamatan Eris Tondano, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, mengeluhkan sikap pemerintah daerah yang lambat mengatasi pertumbuhan enceng gondok (Eichhornia Crassipes) yang hampir menutupi danau Tondano.
![]() |
| Enceng gondok yang berada di danau Tondano |
Meski selalu di bersihkan oleh warga, namun pertumbuhan enceng gondok terus meluas, sehingga warga mengeluhkan lambatnya tindakan pemerintah yang untuk menangani enceng gondok.
“Ini tumbuhan enceng gondok sulit sekali diatasi oleh pemerintah, padahal kalau di daerah lain, tanaman ini menjadi bahan dasar kerajinan tangan, bagaimana mau menarik wisatawan ke danau Tondano, kalau sebagian sudah tertutup oleh enceng gondok,” kata Gladys Manopo warga Eris yang ditemui di Desa Toliang Oki oleh Cendana News Minggu (7/2/2016).
Hal serupa juga disampaikan Alex, warga Remboken. Ia menyayangkan lambannya respon pemerintah menyikapi permasalahan tersebut.
“Torang cuman warga memiliki keterbatasan, paling cuman bisa dibersihkan yang disekitar rumah dan tambat ikan, selebihnya tanggung jawab pemerintah,” tegas Alex warga Remboken Tondano pada Cendana News Minggu (07/02/2016).
Enceng gondok merupakan salah satu jenis tumbuhan air mengapung, yang pertumbuhannya sangat tinggi, sehingga tumbuhan ini dianggap gulma yang dapat merusak lingkungan. Di danau Tondano penyebaran enceng gondok sangat cepat sehingga bisa menyebabkan debit air berkurang dan hampir membentuk daratan.
Jika saat musim kering tiba, danau Tondano menjadi dangkal, hal tersebut juga menyebabkan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) milik PT PLN Suluttenggo di Minahasa sering tidak bisa beroprasi, akibat berkurangnya debit air di danau Tondano.